Menurut Dokter, Berikut Cara Benar Menggunakan Sunscreen Di Luar Maupun Dalam Ruangan

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Tanda-tanda penuaan seperti flek hitam, kerutan, garis halus, hingga kerupitan terjadi bukan hanya karena usia semakin tua. Melainkan diakibatkan berbagai faktor, misalnya gaya hidup tidak sehat dan paparan sinar matahari yang langsung ke kulit.

Kerusakan akibat sinar matahari dinamakan photodamaged. Perbedaan spectrum UV menyebabkan kerusakan yang berbeda di kulit. Ultraviolet berdasarkan panjang gelombangnya dibagi menjadi 3 yaitu, UVA, UVB, dan UVC.

UVA mendominasi 95 persen masuk ke permukaan bumi dan menembus ozon, awan juga jendela kaca. Berperan dalam menyebabkan photoaging dan resiko kanker kulit. Sedangkan UVB 5 persen dari sinar matahari yang masuk dan umumnya terserap ozon dan awan. Menyebabkan kulit terbakar dan gelap.

"Maka penuaan kulit bisa diakibatkan sinar matahari, paparan sinar matahari UVA masuk kelapisan organ dalam kulit yang menyebabkan kolagen rusak, jaringan kulit tidak elastis lagi terjadilah tanda penuaan," ujar Dr Farrah yang merupakan Team Medical Regenesis sebagai perwakilan Prof Gogh, dalam acara Webinar Online Regenesis Open Education (ROE) secara virtual.

Maka tak ada salah untuk memproteksi kulit dengan menggunakan sunscreen, di luar maupun di dalam ruangan. dr. Farrah mengatakan ffek fotoprotektif sunscreen ditentukan oleh nilai SPF (sun protection factor) proteksi terhadap UVB dan PA (protection grade of UVA).

Semakin besar nilai SPF pada sunscreen, sinar UV yang masuk dan terserap di kulit akan lebih sedikit. Yang utama adalah menggunakan sunscreen dengan proteksi luas untuk UVA dan UVB, dan nilai SPF yang tinggi.

"Jadi bedanya SPF 30 dan 50 itu, jika 30 perlindungan 94 persen, sedangkan 50 SPF itu perlindungan mencapai 98 persen," tuturnya.

Cara menggunakan sunscreen dengan benar

Mengaplikasikan Ulang Sunscreen/copyright shutterstock
Mengaplikasikan Ulang Sunscreen/copyright shutterstock

Jenis sunscreen terbagi menjadi dua, yaitu physical dan chemical. Physical sunscreen umumnya berwarna putih, dengan kandungan titanium oxide dan zinc oxide. Bekerja dengan memantulkan radiasi UV. Karena bersifat fotostabil (stabil terhadap panas) direkomendasikan penggunaannya untuk anak.

Sedangkan chemical sunscreen umumnya berwarna menyerupai dasar bedak, bekerja dengan menyerap radiasi UV dan mengubahnya menjadi panas. Kandungannya antara lain avobenzone, oxybenzone (resiko alergi) dll.

Gunakan sunscreen dalam jumlah yang cukup, jangan terlalu sedikit. Yaitu sebanyak 1-2 sdt untuk area wajah dan leher, 2-3 sdt untuk area tubuh (2 mg/cm2).

"Untuk takaran bila bingung, bisa dengan 2 ruas jari untuk area wajah, dua ruas jari untuk leher, dua ruas jari untuk tangan, dua ruas jari untuk pahas atas," ujarnya.

Sunsreen sendiri akan bertahan selama delapan jam namun jika aktivitas biasa. Dan jika berkeringat, wudhu, dan bersentuhan dengan air, tentu harus diretouch kembali.

"Walau di rumah tetap menggunakan sunscreen karena sinar matahari bisa masuk dari celah cendela, bahkan sinar blue light pada leptop membuat kulit tepapar radiasi. Penggunannya juga sama saja, bisa menggunakan sunscreen SPF 30 namun dengan cara yang benar," ujarnya.

Sunscreen anak

Sunblock dan Sunscreen, Apa Bedanya? (Zerbor/Shutterstock)
Sunblock dan Sunscreen, Apa Bedanya? (Zerbor/Shutterstock)

Prof Cita R. S Prokoeswa Ph.D FINDSDV, FAADV mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan sunscreen, seperti kulit yang alergi serta penggunaan anak.

"Kulit anak terutama bayi masih tipis. Maka sebaiknya memilih sunscreen yang tepat dengan sifat yang optional atau jika disituasi penting. Misalnya saja saat di outdoor, gunakan sunscreen pada kulit anak yang tidak tercover pakain, saat di rumah sebaiknya langsung dibersihkan. Gunakan seminimal mungkin. Di Kanada dan Amerika penggunaan SPF pada anak 15-30.

Pencegahan kanker kulit tidak hanya dengan sunscreen, namun gunakan pakaian pelindung juga topi, dan mengetahui faktor risiko lain penyebab kanker kulit.

Regenesis Open Education (ROE) adalah sebuah platform edukasi dibawah PT Regenesi Indonesia. Hadir untuk memenuhi kebutuhan para dokter dari semua spesialisasi, perawat, bidan, terapis dan para pengusaha bisnis estetik di seluruh Indonesia untuk pengembangan pengalaman, pendidikan dan pelatihan dengan prosedur, teknik, produk, dan teknologi terdepan yang harapannya dapat diaplikasikan dalam praktik sehari-hari dan diakui sebagai pemimpin di bidangnya.

#elevate women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel