Menurut Penelitian, 4 Faktor yang Menandakan Pernikahan Tak Akan Lama

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Setiap individu tentu menginginkan hubungan pernikahan yang langgeng. Namun, untuk mempertahankan komitmen sehidup semati tentu tak semudah membalikkan telapak tangan.

Terkadang, ada saja konflik yang membuat sebuah hubungan berakhir berpisah atau bercerai.

Menurut penelitian, nyatanya ada beberapa faktor yang menandakan pernikahan tak akan berlangsung lama. Penasaran apa saja? Berikut ulasannya, seperti melansir dari Bright Side, Kamis (14/10/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Jumlah foto tersenyum saat kecil

ilustrasi anak tersenyum/Photo by Nghĩa Phạm from Pexels
ilustrasi anak tersenyum/Photo by Nghĩa Phạm from Pexels

Psikolog melakukan serangkaian tes untuk mencoba memahami apakah mungkin untuk memprediksi perceraian dari foto masa kecil dan masa muda.

Dalam satu penelitian, para ilmuwan melihat gambar-gambar dari buku tahunan perguruan tinggi dan menilai intensitas senyum pada skala 1 sampai 10. Penilaian didasarkan pada peregangan 2 otot, satu mengecangkan mulut dan yang lainnya membuat kerutan di sekitar mata.

Tak satu pun dari mereka yang senyumnya diberi peringkat “10” bercerai. Pada saat yang sama, setiap individu keempat bercerai di antara orang-orang yang mengerutkan kening.

Secara umum, hasil menunjukkan bahwa individu yang terlihat murung di foto, bercerai 5 kali lebih sering daripada mereka yang tersenyum.

2. Rekan kerja lawan jenis

Ilustrasi Bekerja di Perusahaan Credit: pexels.com/fauxels
Ilustrasi Bekerja di Perusahaan Credit: pexels.com/fauxels

Menurut peneliti Denmark, orang yang bekerja sebagian besar dikelilingi oleh lawan jenis, bercerai 15% lebih sering.

Studi tentang masalah ini sampai pada skala yang lebih besar ketika mereka mempelajari semua pasangan yang menikah dari 1981 hingga 2002 di Denmark. Mereka menemukan bahwa 100.000 dari mereka telah bercerai.

3. Asuhan ibu

Ilustrasi ibu dan anak. (dok. Pexels/Elly Fairytale)
Ilustrasi ibu dan anak. (dok. Pexels/Elly Fairytale)

Ada penelitian yang menunjukkan bahwa sebagian besar pasangan meniru perilaku orang tua mereka, terutama ibu.

Sosiolog mempelajari perilaku 7.000 orang dan menemukan bahwa jika seorang ibu menjalin hubungan baru, seperti pernikahan, maka anak-anak mereka yang sudah dewasa akan berperilaku sama.

4. Sikap negatif suami terhadap teman istrinya

ilustrasi berkumpul dengan keluarga saat buka bersama/pexels
ilustrasi berkumpul dengan keluarga saat buka bersama/pexels

Para ilmuwan menganalisis hubungan 373 pasangan yang lebih dari 16 tahun menikah. Ternyata 46% pasangan bercerai pada tahun ke-16 pernikahan mereka dan sering kali kritikan suami terhadap teman-teman istrinya di tahun pertama pernikahan mereka yang akan membuat kehancuran hubungan pernikahan di masa depan.

Menurut para ilmuran, ini disebabkan oleh fakta bahwa hubungan antara wanita dan teman-temannya yang ditandai dengan kedekatan dan dukungan emosinal bisa bertahan lebih lama. Sementara, persahabatan pria lebih sering bergantung pada aktivitas bersama.

Dengan demikian, lebih mudah bagi pria untuk mengubah lingkaran komunikasi mereka dan lebih sulit untuk berdamai dengan teman-teman istri mereka, yang mereka anggap tidak menyenangkan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel