Menurut Penelitian, Ini yang Terjadi pada Otak saat Mendapat Tidur 8 Jam

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Bila kita kesulitan memperbaiki kualitas hidup atau pola hidup, mungkin kita bisa memulainya dari memperbaiki kualitas tidur. Salah satu cara untuk memperbaiki kualitas tidur adalah mendapat tidur yang cukup. Sering kita mendengar bahwa tidur yang cukup adalah tidur delapan jam setiap malamnya. Benarkah tidur delapan jam bisa memberi dampak positif?

Ada penelitian menarik terkait tidur yang cukup. Mengutip buku Mendaki Tangga yang Salah, penelitian yang dilakukan oleh Matthew Walker di University of California di Berkeley menunjukkan bahwa kekurangan tidur membuat kita berada dalam keadaan yang membuat kita merasa dunia menjadi semakin negatif. Ketika para mahasiswa dibuat tetap terjaga selama 35 jam, analisis Fungsional Magnetic Resonance Imaging (MRI) menunjukkan respons amigdala mereka pada hal-hal buruk meningkat 60% lebih tinggi dibandingkan orang yang tidur dengan normal.

Tidur 8 Jam Bisa Me-reset Otak

Tidur nyaman./Copyright shutterstock.com/g/deniskomarov
Tidur nyaman./Copyright shutterstock.com/g/deniskomarov

Dijelaskan lebih lanjut bahwa ketika kita mendapatkan delapan jam tidur kita, otak kita kembali ke "pengaturan awal" dan emosi kita menjadi lebih stabil. Ibaratnya otak kita akan di-reset sehingga emosi kita bisa ikut membaik.

Tanpa tidur, otak kita akan bereaksi berlebihan pada hal-hal yang buruk. Kondisi ini pasti pernah kita rasakan. Saat kita kurang tidur atau tidak mendapat tidur yang berkualitas, kita akan sangat sensitif dan bisa jadi sangat pemarah.

Kualitas tidur malam sangat memengaruhi suasana hati pada pagi hari. Hal ini pun bisa sangat memengaruhi kinerja kita sepanjang hari. Sebuah penelitian dari Wharton menunjukkan bahwa suasana hati kita pada pagi hari memengaruhi cara kita bereaksi pada suatu peristiwa. Bila pada pagi hari kita sudah merasa segar dengan tidur yang cukup, maka kita bisa bersemangat dan produktif dalam bekerja atau menjalani rutinitas.

Saat terlalu letih, otak kita tidak bisa tida berfokus pada hal-hal negatif. Dengan kata lain, saat kita kurang tidur dan kecapekan, kita akan rentan mengalami emosi negatif. Maka dari itu, jika belakangan ini sering merasa gampang marah dan terlalu sering berpikiran buruk, coba untuk dapatkan tidur delapan jam pada malam harinya. Dengan begitu, peluang untuk mendapatkan emosi yang lebih stabil akan lebih besar.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel