Menurut Studi, Butuh Waktu Pacaran Sekian Tahun agar Pernikahan Tidak Rentan Cerai

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Sebelum memutuskan menikah, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dipikirkan, salah satunya adalah waktu pacaran untuk mengenal satu sama lain. Beberapa orang mungkin menikah dengan cepat setelah mengenal seseorang dalam beberapa bulan namun penelitian menunjukkan bahwa waktu pacaran sebenarnya menentukan seberapa besar pernikahan bisa bertahan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Social Science Research Network menemukan bahwa seseorang yang berkencan selama dua hingga tiga tahun sebelum melamar kekasihnya untuk menikah ternyata memiliki risiko 20% lebih rendah mengalami perceraian setelah menikah.

Pacaran 3 tahun turunkan risiko perceraian saat menikah

ilustrasi hubungan cinta/copyright Unsplash/Petr Ovralov
ilustrasi hubungan cinta/copyright Unsplash/Petr Ovralov

Beberapa orang bisa jadi perlu menghabiskan lebih sedikit atau lebih banyak waktu untuk mengenal pasangannya sehingga bisa memutuskan akan menikahinya atau tidak. Namun menurut penelitian, waktu paling ideal untuk menentukan apakah seseorang tepat untuk dijadikan suami maupun istri adalah dengan mengenalinya selama 2-3 tahun.

Bahkan menurut penelitian, angka risiko perceraian menurun tajam hingga 39% jika kamu pacaran dengan orang tersebut lebih dari 3 tahun. Penemuan ini tentunya bisa menjadi peringatan bagi mereka yang suka ingin buru-buru menikah padahal baru mengenal seseorang dalam beberapa bulan.

Peneliti menegaskan bahwa waktu untuk mengenali seseorang sebelum menikah bukan hanya membentuk pemahaman mendalam tentang pasangan namun juga membantu membangun ikatan hati yang lebih kuat. Kamu bisa saja menikahi seseorang yang tidak cocok denganmu jika tak mengenalnya dengan baik.

Tentu saja, jodoh tidak akan lari ke mana jika memang ditakdirkan bersama, Sahabat Fimela. Namun akan lebih baik jika bisa mengenal seseorang dengan baik sebelum menjadikannya pasangan seumur hidup.

#ElevateWoman with Fimela