Menutup Kaca Mobil Bukan Cara Efektif Mencegah Corona

Yunisa Herawati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pandemi belum usai, namun banyak masyarakat yang sudah tidak betah berdiam diri di rumah. Bepergian menjadi salah satu cara mereka untuk mengusir kebosanan dan menyegarkan diri.

Mobil pribadi menjadi alat transportasi yang banyak dipilih, karena memiliki ruang tertutup yang bisa mencegah penumpang dari virus yang berada di udara.

Agar lebih aman, banyak orang memutuskan untuk berkendara dengan semua kaca tertutup rapat. Meski cara ini memang bisa mencegah virus masuk ke dalam kabin, tapi menurut peneliti justru berbahaya dalam kondisi tertentu. Mengapa bisa begitu?

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Sciencedaily, Kamis 31 Desember 2020, penelitian yang dilakukan di Universitas Brown di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kabin yang tertutup rapat bisa berbahaya apabila ada Orang Tanpa Gejala atau OTG dalam mobil tersebut.

Sirkulasi udara yang tertutup karena didinginkan oleh AC berpotensi menyebarkan virus ke penumpang lain. Hal itu terlihat dalam simulasi yang mereka buat pada mobil Toyota Prius.

Menurut ilmuwan, cara paling efektif mengurangi risiko penyebaran apabila ada OTG di dalam kabin adalah dengan membuka kaca sedikit. Saat mobil melaju, maka tekanan udara di bagian pintu belakang jadi lebih tinggi ketimbang depan, sehingga udara masuk dari belakang dan keluar di depan.

Akan lebih baik lagi apabila kaca yang dibuka berseberangan dengan penumpang, jadi aliran udara tidak langsung mengenai mereka.

Perlu dicatat bahwa cara ini hanya efektif ketika kendaraan sedang bergerak dengan kecepatan sedang. Apabila terjebak di kemacetan dan banyak pengguna jalan lain berada di sekitar, maka udara luar bisa saja terkontaminasi dan justru berbahaya bagi penumpang di dalam mobil.

Untuk mengatasinya, pengemudi bisa menghidupkan penyejuk kabin dan mengatur agar aliran udara bersirkulasi dari luar ke dalam. Jangan pakai sirkulasi di dalam, meski udara jadi lebih dingin dan tidak bau.

Tidak perlu khawatir dengan udara luar yang kotor, pastikan saja saringan udara AC dalam kondisi bersih dan bisa menyaring virus dengan efisien.