Menyamar Jadi Pekerja Proyek, Pencuri di Bali Gasak 11 Tiang Jaringan Internet

Merdeka.com - Merdeka.com - Polres Badung, Bali, mengungkap komplotan yang kerap mencuri tiang besi jaringan internet. Dalam aksinya, para pelaku menyamar sebagai pekerja lengkap dengan seragam dan helm proyek.

Para pelaku yang ditangkap berjumlah empat orang, yaitu Dominikus Kaka alias Domi (28), Slamet Edy Pranowo alias Edy (41), Danang Jati Prasetyo alias Danang (25) dan Sariyono alias Ari (28).

"Mereka menyamar menggunakan baju dan helm proyek, menyamar seolah-olah sebagai pekerja dari perusahaan, sehingga masyarakat tidak curiga dan kemudian mencuri tiang-tiang internet," kata Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes di Mapolres Badung, Jumat (29/7).

"Modus operandi, memakai seragam proyek mencabut tiang besi internet optik yang sudah ditanam dengan cara menggunakan linggis," imbuhnya.

Pencurian Dilakukan Bertahap

Aksi para komplotan itu diketahui pada Sabtu (9/7) sekitar pukul 15.00 Wita. Mereka tertangkap setelah melakukan pencurian di wilayah Banjar Auman dan Banjar Bon Desa Plaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali.

"Untuk barang bukti ini cukup banyak. Ini (mencuri) tiang-tiang internet yang ada di pinggir-pinggir jalan," jelasnya.

Kasatreskrim Polres Badung AKP I Putu Ika Prabawa Kartima Utama menambahkan, saat melakukan aksinya para pelaku tidak mengambil semua tiang internet sekaligus. Mereka melakukannya bertahap.

"Pelaku ini, tidak mengambil semuanya. Jadi bertahap. Satu hari mengambil satu sampai dua batang tiang," ujarnya.

Barang bukti yang diamankan berupa 11 tiang besi, 1 unit mobil pikap hitam dengan nomor pelat DK 8712 BO, satu linggis besi serta seragam proyek, berupa rompi warna oranye dan helm, yang digunakan pada saat melakukan pencabutan tiang jaringan internet.

Pelaku Terancam 7 Tahun Penjara

Para pelaku ini, telah melakukan aksinya di beberapa wilayah di Kabupaten Badung, yaitu,di Kecamatan Abiansemal, Kecamatan Mengwi dan Kecamatan Kuta Utara. Barang curiannya dijual ke pengepul barang rongsokan.

"Harganya di bawah standar. Hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel