'Menyangkut Wapres, Polri tak berani panggil paksa Budi Mulya'

MERDEKA.COM. Sudah tiga kali tersangka kasus bailout Bank Century, Budi Mulya mangkir dari panggilan timwas di DPR. Politikus Partai Golkar, Bambang Soesatyo menyimpulkan Mabes Polri tak berani panggil Budi Mulya, lantaran isu dugaan kasus Century yang melibatkan Istana.

"Kasus ini menyangkut Wapres, ini merupakan rahasia umum, kemungkinan keragu-raguan, ketidakberanian itu muncul. Kita menyayangkan polisi tidak berani memanggil paksa. Kami jadi ragu untuk membentuk detasemen anti korupsi. Sama saja bohong kalau seperti ini," kata Bamsoet, sapaan akrab Bambang di Gedung DPR, Rabu (23/10).

Menurut Bamsoet, selama proses pemanggilan, timwas memang bekerja sama dengan Polri. Hal itu dilakukan karena DPR tak memiliki kelengkapan alat pemanggilan. Sedangkan pemanggilan Budi Mulya sendiri untuk mengkonfrontir kesaksian Robert Tantular seputar dana talangan yang mencapai Rp 6,7 triliun.

"Mabes datang dan bilang, pemanggilan paksa untuk sekelas timwas tidak bisa melakukan. Tapi menurut kita, di hak angket bisa. Dalam UU MD3, kita juga bisa memanggil paksa. Nah, di sini terjadi perbedaan itu," jelas Bamsoet.

Anggota Komisi III DPR ini bahkan sesumbar akan menggunakan kekuatan lain, untuk memanggil paksa Budi Mulya. Sebab, Budi Mulya juga dinilai selalu berkilah berhak hadir, lantaran berlindung di UU Kehakiman.

"Ketika polisi tak menerima, ya mungkin kita Pamdal. Kita akan cari jalan, apakah kita memerintahkan polisi paksa menghadirkan BM. Atau kita buat angkatan khusus dari berbagai angkatan, untuk membantu DPR," terang Bamsoet.

Baca juga:

Timwas bakal panggil Kapolri jika tak panggil paksa Budi Mulya

Timwas Century: Ada kesalahan dalam putusan PN Solo

Panggil paksa Budi Mulya, Timwas Century koordinasi dengan Polri

Topik pilihan:

Berita unik | Kraton Wedding | Capres 2014 | Dinasti Atut | BBM untuk iOS - Android

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.