Menyantap "shirasu", ikan teri Jepang di Hari Laut

Banyak kegiatan yang dilakukan untuk menghabiskan akhir pekan panjang yang bertepatan dengan Hari Laut , Minggu 18 Juli 22, salah satu di antaranya adalah berwisata kuliner bahari dengan menyantap shirasu, atau ikan teri khas Jepang.

Sekilas tidak ada yang berbeda dengan ikan teri yang dijual di Indonesia, namun shirasu ini tidak diasinkan atau diolah terlebih dahulu tetapi langsung dinikmati dalam kondisi segar atau mentah.

Ikan shirasu dalam kemasan. (ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu)
Ikan shirasu dalam kemasan. (ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu)

Bagi yang tidak menyukai olahan ikan mentah, pengunjung bisa menikmatinya dalam keadaan matang, yakni direbus dan tidak mengurangi rasa dari ikan itu sendiri.

Baca juga: Hidangan ala Jepang untuk si buah hati

Shirasu biasanya disajikan dengan semangkuk nasi atau yang disebut dengan shirasu don.

ANTARA berkesempatan mencicipi shirasu don di salah satu restoran di Pulau Enoshima, Prefektur Kanagawa, yang memang terkenal dengan sajian menu itu.

Sejumlah restoran berderet menjajakan menu serupa, beberapa di antaranya terdapat antrean mengular dan harus menunggu hingga dua jam untuk menikmati kuliner bahari khas pulau tersebut.

Shirasu don umumnya terdiri dari nasi yang di atasnya terdapat tuna cincang, tobiko, selada dengan mayones, acar lobak, telur dan shirasu itu sendiri.

Terdapat dua pilihan telur, yakni telur mentah atau telur yang hanya direbus sebentar atau dikenal dengan tamago onsen.

Cara menikmati shirasu don ini, yakni dengan lebih dahulu mencampur telur di mangkuk kecil dengan ponzu semacam kecap asin mirip soyu, kemudian diaduk dan dituang ke mangkuk yang bersisi nasi dan shirasu itu.

Baca juga: Melihat chef sushi beraksi dari dekat di Guresu Dining

Pengunjung menuang campuran telur dan ponzu ke dalam shirasu don (ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu)
Pengunjung menuang campuran telur dan ponzu ke dalam shirasu don (ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu)

Paduan rasa segar dari shirasu dan tuna bercampur dengan sayuran serta rasa asin nan gurih dari telur campur ponzu memberikan sensasi tersendiri di lidah. Meski mentah, shirasu dan tuna terasa sangat segar dan tidak berbau amis.

Biasanya shirasu don disantap bersama kakiage, semacam bakwan sayur dengan tekstur lebih kering dan ukuran lebih besar. Potongan kakiage yang renyah dicelupkan ke men tusyu dan parutan lobak serta jahe memperkaya rasa dari sajian utama.

Baca juga: Resep "hambagu", hamburger steak ala Jepang

Tak ketinggalan sup miso pun menjadi menu pendamping yang wajib disantap bersama shirasu don. Tidak hanya dalam sajian dengan semangkuk nasi, shirasu pun bisa dinikmati dalam bentuk sushi, campuran kroket serta keripik.

Semangkuk shirasu don dibanderol mulai 1.080 yen (Rp120.000) hingga 2.080 yen (Rp225.000). Namun, satu porsinya pun cukup banyak, sehingga bisa dinikmati untuk dua orang.

Selain shirasu, pengunjung yang datang ke Pulau Enoshima juga bisa mencicipi olahan laut lainnya, seperti kerang, cumi ataupun ditambah camilan timun yang direndam dengan air asin dingin, cocok sebagai pelepas dahaga di teriknya cuaca musim panas.

Baca juga: Nasi bungkus ala Jepang jadi kuliner incaran wisatawan di Bali

Baca juga: Menyantap gurih lembut nasi wagyu campur sei dalam pot tanah liat

Baca juga: Mau kenyang dan kulit bercahaya? Coba ramen kolagen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel