Menyelami Teladan di Bulan Ramadan dari Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Yazid Zinedine Zidane. Dari namanya, kita bisa langsung menebak bahwa ia seorang Muslim. Meski mengaku bukan sosok yang relijius, banyak teladan yang bisa dipelajari dari pelatih Real Madrid ini.

Zinedine Zidane merupakan satu di antara pesepak bola paling berpengaruh di dunia, baik ketika masih aktif sebagai pemain, maupun kala menjadi pelatih.

Ia bahkan dianggap sebagai pesepak bola Muslim terbaik sepanjang sejarah, meski ia dikenal bukan figur yang terbuka soal keislamannya.

Tak seperti pesepak bola Muslim seperti Mesut Ozil, Karim Benzema, atau bek Crystal Palace Cheikhou Kouyate yang nyaris pada tiap unggahannya di media sosial selalu terselip kalimat Alhamdoulilla, Zidane cenderung tertutup.

Pada 2004, dua tahun sebelum insiden tandukan kepalanya ke dada Marco Materazzi, ia pernah diwawancara oleh media Inggris, The Guardian. Saat itu ia mengaku bukan Muslim yang taat.

Padahal, darah Islam dari kedua orang tuanya yang merupakan imigran Aljazair sangatlah kental. Kendati demikian, bukan berarti ia menampik bahwa ia bukan Muslim.

Zinedine Zidane sering tertangkap kamera melakukan doa sebelum dan setelah pertandingan, menang ataupun kalah.

Ketaatan yang Tak Perlu Diumbar, Pentingnya Menjaga Martabat Keluarga

Gelandang Prancis, Zinedine Zidane, mendapat kartu merah usai menanduk bek Italia, Marco Materazzi, saat final Piala Dunia 2006 Stadion Olympic, Jerman (9/7/2006). Tandukan tersebut merupakan salah satu momen ikonik pada ajang Piala Dunia 2006. (AFP/Roberto Schmidt)
Gelandang Prancis, Zinedine Zidane, mendapat kartu merah usai menanduk bek Italia, Marco Materazzi, saat final Piala Dunia 2006 Stadion Olympic, Jerman (9/7/2006). Tandukan tersebut merupakan salah satu momen ikonik pada ajang Piala Dunia 2006. (AFP/Roberto Schmidt)

Lahir dan besar di Marseille, Prancis, membentuk karakter Zinedine Zidane sebagai Muslim yang plural, sekuler, dan toleran. Ia menikahi Veronique Fernandes, wanita asal keturunan Spanyol yang berbeda keyakinan.

Zidane menepis anggapan bahwa ia telah melupakan darah Arab dan Islamnya. Eks pemain Juventus dan Real Madrid itu bangga menjadi warga negara Prancis, tapi tak pernah malu dengan keberagaman silsilahnya.

"Saya masih punya keterikatan dengan dunia Arab. Saya memilikinya dalam darah saya melalui orang tua saya. Tentu saya bangga menjadi warga Prancis, tapi juga bangga memiliki akar ini dan keberagaman," kata Zidane dikutip dari Esquire.

Satu hal yang patut dijadikan teladan dari sosok Zidane adalah ketenangannya di dalam maupun di luar lapangan. Ia adalah contoh manusia yang baik, jika bukan Muslim yang baik.

Tak seperti pemain kebanyakan, Zidane cenderung jauh dari gosip tak sedap seputar kehidupan pribadinya. Ia juga bisa menjaga betul nama baik dirinya dan keluarganya.

Terlepas dari kontroversi headbang-nya ke Materazzi pada Piala Dunia 2006 silam, dari situ saja kita bisa belajar bahwa kita harus bisa membela martabat keluarga, jika memang Materazzi mengatakan hal-hal tak terpuji tentang keluarganya.

Sumber: Berbagai sumber

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini