Menyiapkan Pitching Mirip Menyiapkan Pertunjukan

Robin Malau/DailySocial

Suatu hari ketika mengajar kelas kewirausahaan, mahasiswa saya bertanya, “Pak Robin, kenapa nggak main band lagi, apa nggak rindu jadi pemain band?” Jawaban saya, “Tentu saya rindu. Tapi saya bisa tetap merasa jadi pemain band, dan mengajar di kelas adalah pertunjukan saya.”

Setelah berhenti jadi musisi hampir 10 tahun yang lalu, saya mulai mengerti bahwa pelajaran-pelajaran penting yang saya dapat dari bermain band selama belasan tahun dapat diterapkan di luar bidang musik. Kenyataannya, setiap proses menjadi musisi profesional dapat menjadi pelajaran hidup.

Salah satu pelajaran tersebut adalah proses melakukan pertunjukan. Langkah-langkah persiapan hingga pertunjukan usai dapat diterapkan di perusahaan rintisan atau internet startup. Dalam hal ini, padanan pertunjukan adalah proses pitching.

Menentukan tujuan
Menentukan tujuan adalah langkah pertama yang krusial dilakukan. Mengapa? Karena semua strategi yang disusun ke depan harus selalu mengacu pada tujuan.

Menentukan tujuan dapat dimulai dengan penilaian sendiri: Apakah bisnis saya butuh modal lagi? Apakah bisnis saya membutuhkan investor baru? Apakah mengikuti pitching adalah langkah terbaik saat ini?

Selain menentukan tujuan, juga siapkan ekspektasi Anda pribadi. Berbeda dengan visi (bisnis), ekspektasi pribadi sebaiknya tidak setinggi langit. Logikanya, jika ekspektasi Anda biasa-biasa saja, dan mendapat hasil yang lebih, maka anggap itu sebagai bonus.

Sebaliknya, jika harapan Anda setinggi langit dan tidak tercapai, Anda bisa merasa gagal. Siapkan ekspektasi yang masuk akal, sesuai dengan kemampuan serta keadaan tim Anda.

Mendapatkan pertunjukan
Pertunjukan adalah urat nadi sebuah kelompok musik. Segala strategi dan upaya harus dilakukan untuk mendapatkan kontrak pertunjukan. Dalam hal ini, pertunjukannya adalah pitching itu sendiri.

Sebuah pitching yang berhasil dapat merubah nasib perusahaan startup Anda. Maka dapatkan pitching lewat medium apa saja. Misalnya lewat teman di media sosial, atau memfollow orang-orang penting di Twitter.

Acara pitching dengan promosi yang baik akan selalu menjangkau target pasar mereka (startup). Maka, dengan bergaul di komunitas yang tepat, Anda akan selalu mendapat informasi ini.

Kiat-kiat:
•    Kenalilah acara pitching itu sendiri sebelum memutuskan untuk mendaftar. Siapa panitianya, siapa jurinya, apa hadiahnya, siapa audiensnya, bagaimana reputasi acaranya, dsb.
•    Jika sudah tahu jurinya, coba juga cari tahu latar belakang pekerjaan atau pendidikannya. Misalnya, jika mereka seorang pemasar, usahakan memberikan presentasi yang mengandung aspek pemasaran.
•    Jika bisa, cari tahu juga siapa startup lain yang berpartisipasi. Ini juga bisa menentukan strategi pitchingitu sendiri.
•    Carilah mentor sebelum presentasi. Bisa teman, kakak, saudara, om, atau tante yang sudah pernah menjalankan bisnis.
•    Praktek persiapan ini tidak harus untuk acara pitching, tapi bisa juga untuk menghadapi investor, pemodal perorangan, dan lain sebagainya.

Latihan
Setelah mendapat pertunjukan, maka saatnya berlatih. Band berlatih di studio. Masing-masing anggota band melatih instrumen yang menjadi tanggung jawabnya.

Seperti band, perusahaan rintisan yang ideal memiliki tim dengan keahlian masing-masing. Tiap fungsi tidak harus dipegang satu orang. Kalau gitaris bisa merangkap sebagai penyanyi latar, back-end programmer juga bisa membantu front-end developer. Yang harus dipastikan:

•    Durasi presentasi
•    Jumlah slide presentasi yang cukup
•    Semua anggota tim HARUS menyelesaikan tugasnya masing- masing, sesuai dengan persiapan materi. Pastikan juga tim berlatih presentasi dan menyiapkan rencana cadangan.
•    Ini sederhana, tapi penting. Sesuaikan slide Anda dengan rasio proyektor presentasi (16:9 atau 4:3).

Persiapan sebelum pertunjukan
Setelah cukup berlatih, saatnya band melakukan persiapan terakhir sebelum tampil. Pastikan baterai laptop terisi penuh sebelum presentasi. Pastikan semua anggota tim tidur cukup pada H-1 dan berlatih untuk skenario presentasi. Kiat-kiatnya:

•    Tidur cukup lebih penting daripada yang kita kira. Dengan tidur cukup, maka tim akan fit. Tidak ada cerita startup sukses dengan tim tidak fit.
•    Pastikan jalur perjalanan menuju tempat acara. Usahakan datang 15-30 menit sebelum acara dimulai. JANGAN DATANG TERLAMBAT!

Mengembangkan jaringan
Selain tampil, mengembangkan jaringan di acara pertunjukan sangat penting. Berkenalan dengan pelaku industri musik bisa membuka peluang untuk mendapat pertunjukan yang lain. Bagi startup, siapa yang tahu jika tiba-tiba Anda bertemu dengan petinggi sebuah perusahaan pemodal ventura di toilet, misalnya? Selalu siapkan kartu nama.

Pertunjukan
Pertunjukan sebenarnya adalah pengulangan dari apa yang sudah dilakukan di studio latihan. Bedanya, kali ini ada penonton. Beberapa kiat:

•    Pernah melihat orang sedang presentasi? Biasa saja. Seperti itu pula orang melihat Anda. Tidak usah grogi.
•    Hindari terlalu banyak penggunaan bahasa teknis. Startup menjual produk, bukan hanya kemampuan teknis.
•    Jika terjadi kesalahan teknis yang di luar kemampuan (misalnya acara terlambat, mati lampu dan sebagainya), usahakan untuk tetap saling menyemangati tim. Fokus pada upaya mencapai tujuan.
•    Nikmati pertunjukan.

Kesenangan setelah pertunjukan
Biasanya setelah turun dari panggung, band berkumpul dan mengidentifikasi kesalahan agar tak terulang, dan bersama membuat komitmen agar pertunjukan berikutnya lebih baik.

Tim sebaiknya membahas kembali apa saja yang terjadi saat presentasi. Jangan lupa mengulas apakah tujuan presentasi tercapai atau tidak. Jika ya, bagus. Silakan tentukan tujuan selanjutnya. Jika tidak, cari tahu mengapa. Perbaiki kesalahan.

Banyak orang berhasil tanpa melewati pendidikan tinggi. Yang mereka lakukan hanyalah memperbaiki setiap kesalahan yang terjadi. Logikanya sederhana. Dengan melalui proses tersebut secara konsisten, disertai komitmen (berjanji untuk melakukan sungguh-sungguh), kemampuan orang akan semakin baik.

Setelah semua selesai, jangan lupa melakukan perayaan. Pesta tidak selalu harus mahal.

Intisari:

1.    Acara pitching bisa diperlakukan sebagai pertunjukan musik.
2.    Cari pertunjukan yang pas untuk perusahaan Anda, yang sesuai dengan tujuan bisnis dan ekspektasi Anda.
3.    Persiapan adalah faktor kunci sukses.
4.    Setelah presentasi, lakukan ulasan bersama.
5.    Jangan pernah mengulang kesalahan.
6.    Meski kecil, rayakan setiap pencapaian.
7.    Nikmati setiap langkah Anda.

Internet entrepreneurs, let’s rock and roll! :)

DailySocial.net adalah sebuah blog yang membahas teknologi web dan internet dari dalam dan luar negeri, strategi perusahaan IT/Web global, dan juga memperkenalkan startup-startupIndonesia. Blog ini didirikan Rama Mamuaya