Menyimak Perjalanan dan Masa Depan Media Sosial Clubhouse di Indonesia

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Tak terasa sudah satu tahun lebih media sosial Clubhouse ada di Indonesia, sejak dirilis pertama kali pada bulan Maret 2020. Di kesempatan ini, Clubhouse juga telah secara resmi merilis pengaturan Bahasa Indonesia dan secepatnya dalam Bahasa Jawa untuk komunitas Indonesia.

TERKAIT: Mengenal Clubhouse Aplikasi yang Sedang Trending, Chatting Berbasis Audio

TERKAIT: Popularitas Clubhouse Berkat Fenomena FOMO, Takut Ketinggalan Hal Baru

TERKAIT: Mirip Clubhouse, Twitter Spaces Hadir untuk Pengguna Android

Menurut Co-Founder & CEO Clubhouse Paul Davison, Indonesia merupakan pasar penting bagi Clubhouse sendiri dan dengan adanya pengaturan Bahasa Indonesia di aplikasi Clubhouse, diharapkan komunitas di Indonesia bisa menikmati media sosial ini dengan lebih mudah. Sedangkan menurut Head of International Clubhouse Aarthi Ramamurthy, Clubhouse tidak akan ada artinya jika tanpa komunitas dan media sosial ini memang senang melibatkan komunitas dalam proses pengembangan aplikasi ini lewat Town Halls dan New User Orientation, yang diadakan setiap minggu.

Tahun ini, Clubhouse merilis beberapa pembaruan, termasuk menghadirkan fitur Backchannel. Pada bulan September 2021, ada lebih dari 1 miliar pesan sudah terkirim lewat Backchannel.

Tidak hanya itu, Clubhouse juga telah memiliki fitur-fitur terbaru, seperti Wave, Clubhouse Links, Clips, Pinned Links, dan Replays. Clubhouse juga menyediakan Pencarian Universal, Audio Spasial, Mode Musik, dan fitur Pembayaran.

Clubhouse

Press Conference Clubhouse. Foto: Document/Clubhouse.
Press Conference Clubhouse. Foto: Document/Clubhouse.

Creator Commons juga bisa kamu temui di Clubhouse, platform di mana para kreator bisa menemukan panduan yang dibutuhkan untuk mendukung kesuksesan mereka di Clubhouse. Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno memberikan apresiasi dan dukungannya untuk Clubhouse, karena bisa menjadi tempat bagi masyarakat Indonesia untuk saling terhubung, berbagi aspirasi, mendiskusikan berbagai topik inspiratif, dan menciptakan dampak positif.

Sedangkan menurut Dwika Putra, CEO 'Riuh Renjana' dan seorang Creative Consultant, sejak dirilis, Clubhouse telah menarik perhatiannya, karena media sosial ini memiliki sifat spontan. Diskusi yang terjadi di Clubhouse dilakukan secara langsung, sehingga terasa lebih interaktif dan menjadi lebih mudah untuk mengetahui jati diri setiap orang degnan mendengarkan cara mereka bicara, mengemukakan pendapat, dan menanggapi suatu hal.

Secara global, Clubhouse telah memiliki lebih dari 700.000 ruang diskusi yang berlangsung setiap hari dan rata-rata orang menghabiskan waktu mereka di Clubhouse selama 70 menit setiap harinya. Pada bulan Juli 2021, Clubhouse telah menghapus sistem 'daftar tunggu' dan bisa diunduh, serta digunakan oleh pengguna iOS dan Android.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel