Menyusuri Gereja Gotik Sayidan, Agak Seram tapi Malah Bikin Penasaran

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Yogyakarta - Gereja Gotik di Sayidan Yogyakarta ini memiliki arsitektur menyerupai kastil ataupun istana dengan gaya Eropa. Bangunan ini bisa terlihat dengan jelas dari pinggir jembatan Sayidan Yogyakarta yang melintasi Sungai Code.

Semenjak kompleks Ruko Gondomanan selesai dibangun, bangunan ini terhalang oleh tingginya bangunan-bangunan tersebut. Hanya pemandangan pucuk menaranya saja yang tersisa.

Meskipun disebut gereja, sesungguhnya bangunan ini bukan gereja tempat peribadatan. Bangunan yang disebut Gereja Gotik ini adalah sebuah hunian.

Banyak orang menyebut bangunan ini gereja karena banyak ornamen-ornamen berbau Kristiani yang ada pada bangunan ini. Ornamen-ornamen tersebut diantaranya adalah bentuk salib yang menempati ujung-ujung menara, adanya patung Yesus, ditambah gaya bangunannya yang berciri khas Eropa.

Konon, bangunan yang satu ini merupakan hunian Keluarga Haryono, seorang warga keturunan Tionghoa yang menjadi pengrajin batik dan memiliki relasi dengan Keraton Yogyakarta. Gereja gotik dibangun pada 1987.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Terakhir Dihuni

Kabarnya bangunan ini terakhir kali ditinggali oleh Ibu dari Keluarga Haryonagoro. Tetapi setelah kepergian sang ibu, hunian ini dibiarkan kosong hingga sekarang.

Bagi wisatawan yang ingin menyambangi Gereja Gotik, harus melewati gang yang berada di sebelah selatan Ban Petruk Baru. Karena diimpit oleh dua bangunan besar, maka gang ini tampak angker karena minimnya cahaya.

Untuk mengurangi kesan seram, warga sekitar Gereja Gotik melukis tembok bangunan tersebut dengan mural.

Bangunan Gereja Gotik yang kusam dan tidak terawat justru memunculkan rasa penasaran di kalangan milenial.

Tempat yang satu ini dinilai cukup Instagramable, sehingga banyak anak muda mengambil foto di area ini, bahkan mengadakan pemotretan pre wedding di gereja gotik Yogyakarta.

(Yohana Nabilla)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel