Menyusuri Suasana Imlek di Pasar Gede Solo

TEMPO.CO, Solo - Ada suasana berbeda di kawasan Pasar Gede Hardjonagoro Solo, Jawa Tengah. Ratusan lampion warna merah memenuhi jalan menuju pasar. Suasana Imlek sangat terasa di pasar yang berada tidak jauh dari Keraton Kasunanan Surakarta tersebut.

Bukan hanya lampion, gapura dengan bentuk khas Tiongkok juga menghias jalan menuju pasar. Hiasan patung ular juga terpasang untuk menandakan tahun ular air dalam penanggalan Tionghoa. Suasana akan terlihat lebih indah pada malam hari dengan nyala lampu di dalam lampion. (Baca: Pusat Belanja Solo Gelar Diskon Imlek)

Di sebelah selatan Pasar Gede, kelenteng Tien Kok Sie juga tengah berbenah. Kelenteng berusia ratusan tahun itu juga tengah bersiap untuk menyambut datangnya tahun baru Imlek. Mereka membersihkan rumpang--sebutan arca untuk tokoh suci--yang akan digunakan dalam pemujaan.

Kelenteng tersebut tentu saja super sibuk pada saat Imlek. Mereka harus menggelar serangkaian upacara, sejak sepekan sebelum Imlek hingga sepekan sesudah Imlek. Paling tidak, terdapat tujuh ritual yang akan diselenggarakan.

Di Surakarta pada saat ini memang hanya memiliki dua kelenteng yang masih aktif digunakan. Selain kelenteng Tien Kok Sie, ada lagi Kelenteng Poo An Kiong yang berada di kawasan Coyudan. Keduanya juga akan menggelar upacara pemujaan pada Imlek mendatang.

Kawasan Pasar Gede memang merupakan kawasan Pecinan sejak sebelum Keraton Kasunanan Surakarta berdiri. "Kelenteng ini dibangun pada 1745, bersamaan dengan berdirinya keraton," kata pengamat budaya Tionghoa, Aryanto Wong.

Seiring perjalanan waktu, terjadi akulturasi budaya antara masyarakat pribumi dengan keturunan Tionghoa di kawasan tersebut. Wajar jika pada saat ini di kawasan Pasar Gede tersebut bukan hanya milik masyarakat keturunan Tionghoa. "Masyarakat ikut menyambutnya dengan kegiatan Garebeg Sudiro," kata Aryanto.

Kegiatan Garebek Sudiro itu digelar oleh masyarakat Kampung Sudiroprajan dengan difasilitasi oleh kantor kelurahan setempat. Bahkan kegiatan tersebut sudah tercatat sebagai agenda rutin tahunan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta. Berita-berita hari raya Imlek klik di sini.

AHMAD RAFIQ

Berita Lainnya:

Servis Turis, Brasil Pasang Barcode di Trotoar 

Tiga Kota Tujuan untuk Merayakan Imlek

Brem Majalengka Kian Langka 

Kanal Barat Kota Semarang Jadi Obyek Wisata

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.