Merapi Naik Status Siaga, Warga Keluhkan Jalur Evakuasi Sleman Rusak

Raden Jihad Akbar, Cahyo Edi (Yogyakarta)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sejumlah jalur evakuasi untuk warga di lereng Gunung Merapi yang ada di kawasan Kabupaten Sleman didapati dalam kondisi rusak. Rusaknya akses jalur evakuasi ini membuat warga was-was di tengah naiknya status Gunung Merapi menjadi siaga.

Salah seorang warga Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY, Gani menuturkan, jika ada beberapa ruas jalur evakuasi yang mengalami kerusakan berupa mengelupasnya aspal.

Baca juga: Menteri Bambang Prihatin 95 Persen Bahan Baku Obat di Indonesia Impor

"Untuk ruas Singlar ke utara itu rusak 1,2 kilometer. Kalau dari Glagaharjo ke Banjarsari sekitar 1,9 kilometer. Rusaknya parah," ujar Gani, Jumat 6 November 2020.

Gani merinci jika rusaknya jalur evakuasi bagi warga di lereng Gunung Merapi sudah dialami sejak tahun 2010 yang lalu. Kerusakan ini semakin menjadi karena tak kunjung dilakukan perbaikan.

Gani menceritakan kerusakan pada jalur evakuasi warga ini telah dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten Sleman. Hanya saja perbaikan tak juga dikerjakan.

"Warga sudah lapor ke pihak terkait. Namun belum ada respons sampai sekarang. Warga di tiga dusun Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul dan Srunen khawatir sebenarnya dengan kondisi jalur evakuasi yang rusak seperti sekarang ini," terang Gani.

Gani khawatir jika terjadi erupsi Gunung Merapi, akan terjadi keruwetan karena rusaknya jalur evakuasi. Jalur evakuasi yang rusak diprediksi akan menghambat warga dalam mengungsi.

Sementara itu, Kepala Mitigasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Joko Lelono mengakui, adanya kerusakan jalur evakuasi. Joko menjanjikan dalam waktu dekat jalur evakuasi akan diperbaiki.

"Yang Singlar-Banjarsari itu aspalnya jebol semua. Ini yang ini kita kejar untuk diperbaiki. Proses perbaikan akan dipercepat. Pengecoran minggu depan kita mulai. Kita perbaiki secara gotong royong. Mungkin dua minggu selesai," ungkap Joko saat dihubungi, Jumat 6 November 2020.