Merapi Siaga, Ganjar Bakal Dirikan Pengungsian ala Jepang

Mohammad Arief Hidayat, Fajar Sodiq (Solo)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bakal mencontoh Jepang untuk menyiapkan barak pengungsian setelah status Gunung Merapi ditingkatkan ke level III (siaga). Penataan barak pengungsian itu diperlukan karena kini masih dalam pandemi COVID-19.

"Kenapa pengungsian menjadi penting karena selama pandemi ini mesti kita betul area pengungsian dan harus berjarak," kata Ganjar di Pasar Klitikan Notoharjo, Solo, Jumat, 6 November 2020.

Penataan pengungsian, menurut dia, mencontoh pengalaman Jepang yang mendirikan barak pengungsian di tengah pandemi COVID-19. Bahkan, sampel gambar penataan barak pengungsian di Jepang itu telah dikirim ke tiga kabupaten di Jawa Tengah, yakni Klaten, Boyolali dan Magelang.

Model pengungsian warga terdampak bencana alam di Jepang dinilai baik untuk mengurangi risiko penularan COVID-19 karena para pengungsi dikelompokkan berdasarkan keluarga dan tetap harus berjarak.

Ganjar mengungkapkan sejak status Gunung Merapi naik jadi siaga, pemerintah telah berkoordinasi dengan masing-masing pemangku wilayah yang daerahnya mencakup Gunung Merapi. Bahkan, mereka mengaku telah siaga untuk menangani barak pengungsian.

"Sampai dengan malam koordinasi terus teman-teman BPBD sudah siaga. Teman-teman Bupati Magelang, Boyolali dan Klaten juga sudah siaga," katanya.

Penerapan pengungsian dengan menjaga jarak itu, Ganjar pun mengaku tidak khawatir kapasitas gedung yang dijadikan barak pengungsian tidak cukup. Pasalnya, selain memanfaatkan gedung, nantinya barak pengungsian juga akan memakai gedung sekolah.

Baca: Status Gunung Merapi Siaga, 4 Kabupaten Berpotensi Terkena Dampak