Merapi Terus Luncurkan Awan Panas, 3 Kabupaten Terkena Dampak Terparah

·Bacaan 2 menit

VIVAGunung Merapi terus menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Selama sepekan terakhir, gunung yang ada di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta itu 20 kali mengeluarkan awan panas guguran.

Dampak guyuran abu sangat terasa dialami masyarakat yang tinggal di lereng Merapi antara lain, di Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Klaten Jawa Tengah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng telah mengirimkan bantuan ke daerah terdampak, terutama masker.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan kondisi Merapi. Selain aktif berkomunikasi dengan Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), ia juga sudah menerjunkan tim ke beberapa daerah rawan.

"Kami pantau terus menerus, sudah mengecek, apakah ada yang mengungsi, ternyata sampai saat ini tidak ada. Paling banyak dampaknya terjadi di Kabupaten Magelang. Sudah kita distribusikan sejak Senin lalu sampai sekarang, 10 ribu masker medis," kata Ganjar, Sabtu 21 Agustus 2021.

Bantuan logistik juga sudah dikirim ke beberapa desa yang terdampak di Kecamatan Dukun dan Sawangan Magelang.

"Ada juga tim yang pantau di tiga kabupaten, yakni Temanggung, Magelang dan Wonosobo. Kalau laporan dari Boyolali dan Klaten belum ada. Jadi kita sudah kirimkan beberapa logistik ke sana," jelasnya.

Hasil pantauan BPPTKG pada Senin (16/8), lanjutnya, kondisi merapi masih level 3. Saat itu, terjadi 372 guguran awan panas dan sesuai arah angin abu vulkanik terjauh sampai ke Kandangan Temanggung.

Pihaknya juga mendapatkan laporan detail terkait volume kubah lava dengan pertumbuhan rata-rata per hari. Sementara level Merapi masih sama, yakni level 3.

"Kubah lava yang di tengah kawah rata-rata per hari pertumbuhannya 18 ribu meter kubik. Ancamannya memang berupa awan panas dan membawa abu vulkanik. Arah guguran di sektor barat daya, arahnya di Kali Bebeng dan Boyong. Luncuran awan panas paling jauh 3 km dan abu vulkanik mengikuti arah angin," jelasnya.

Ganjar meminta masyarakat tetap tenang, namun selalu waspada. Ia juga meminta seluruh aktivitas pertambangan pada alur sungai yang berhulu di Merapi untuk dihentikan.

"Saya minta semua aktivitas penambangan dihentikan, masyarakat yang biasa beraktivitas di sana saya minta pergi dulu agar semua aman," tegasnya.

Laporan: tvOne/Teguh Joko Sutrisno

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel