Merasa Dilecehkan, Nurul Arifin Minta Kepala BPN Mundur

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin, meminta Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Joyo Winoto, mengundurkan diri.

Permintaan ini disampaikan Nurul dan sejumlah anggota Komisi II, karena Joyo kerap mangkir dari undangan rapat kerja komisi sejak 2010.

"Kalau Pak Joyo tak lagi bersemangat untuk mengemban tugas dan kepentingan BPN, lebih baik serahkan (jabatan), lebih baik mundur saja. (Komisi II) enggak usah pakai mosi tak percaya, langsung mundur saja," kata Nurul di DPR, Jakarta, Kamis (7/6/2012).

Hari ini, Komisi II mengundang Joyo Winoto bersama jajaran BPN untuk rapat kerja pembahasan rancangan anggaran BPN Tahun 2013. Namun, tak tampak kehadiran orang yang namanya ikut disebut-sebut dalam kasus proyek Pusat Olahraga Hambalang itu.

Justru Joyo meminta Sekretaris Pertama BPN, Managa Manurung, untuk menggantikan dirinya di rapat tersebut. "Kemarin beliau habis chek-up dan diminta istirahat. Saya diminta beliau untuk mewakili," kata Managa di dalam rapat.

Nurul melanjutkan, sering mangkirnya Joyo dari undangan membuat anggota Komisi II merasa dilecehkan. "Yah terganggu. Kan bisa saja kami boikot. Jadi, ada perasaan, sepertinya kok Komisi II enggak penting, jadi terlecehkan," ucap Nurul.

Sementara itu, sejumlah anggota Komisi II lainnya mewacanakan untuk memangkas anggaran BPN. Pemangkasan anggaran khusus pos yang menyangkut BPN, bukan kepentingan publik. "Kalau wacana pemangkasan anggaran itu, itu terserah Banggar saja," kata Nurul.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.