Meratakah Hasil Pertambangan Batu Bara untuk Warga Kalsel?

Anita K Wardhani
Meratakah Hasil Pertambangan Batu Bara untuk Warga Kalsel?

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -  Warga Kalimantan Selatan yang tergabung dalam Kerukunan Warga Kalsel (KWKS) Jabodetabek menyuarakan aspirasi mereka untuk pembangunan warga Kalsel, terkait dengan pertambangan batu bara. Mereka mempertanyakan apakah hasil eksploitasi emas hitam itu sudah merata untuk warga di Banua Kalsel?

Hal ini terungkap saat acara 'Bepepandiran' dalam rangkaian  syukuran ulang tahun organisasi ini Sabtu (7/4/2012). Akhir pekan kemarin, puluhan anggota KWKS berkumpul di kediaman Menristek RI H Gusti Muhammad Hatta di Widyachandara IV No.19 Jakarta. Hadir dalam acara Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan, Wali Kota Banjarbaru, Ruzaidin Noor, Ketua DPRD Banjarbaru, Arie Sofian dan anggota DPR RI asal Kalsel.

 "Apakah  penghasilan yang kuli batubara itu sama dengan investornya yang mengeruk sumber daya alam di Banua? Sudahkah ada pemerataan itu gasan (untuk) warga kita di Banua?" tanya Pengurus KWKS Mubramsyah di hadapan Wakil Gubernur.

Dikatakan Mubramsyah, kalau mereka yang berada di perantauan juga kadang masih bertanya-tanya  sudah kah batu bara bisa memberikan kemaslahatan bagi warga Kalsel. Mereka berharap, iklim pembangunan di Kalsel bisa menghapus angka kemiskinan.

Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan yang hadir dalam acara tersebut mengakui kalau Pemerintah Provinsi tergolong lamban memberikan kebijakan terkait dengan kemaslahatan umat. Rudy juga tak menampik kalau hasil pertambangan yang dibawa dari Kalsel memberikan banyak dampak sosial.

" Harus kami akui Pemprov telat memberikan kebijakan utk kemaslahatan. Sekarang, kami berusaha kembali merekonstruksinya," ucap Rudy.

Mantan Wali Kota Banjarbaru itu mengatakan sebagai level pemerintahan di provinsi, pihaknya memiliki kewenangan yang berbeda dengan Kabupaten/Kota. Menurutnya, di pemrov provinsi tidak seaplikatif langsung oleh pemprov. Sifatnya koordinatif mensinergikan tugas fungsi pemprov.