Mercedes: Honda Akan Tampil Maksimal pada Musim Terakhir di F1

Jonathan Noble
·Bacaan 2 menit

Pada tahun ini, Mercedes kembali tampil mendominasi dan berhasil meraih gelar konstruktor ketujuh secara beruntun. Pabrikan asal Jerman itu juga difavoritkan pada 2021, karena musim depan F1 akan menggunakan aturan yang sama.

Tapi, rival mereka, Red Bull terus menunjukkan peningkatan performa. Max Verstappen saat ini secara reguler menjadi pesaing ketat Mercedes dalam perebutan kemenangan.

Itu memperlihatkan bahwa tim yang berbasis di Milton Keynes, Inggris mulai mengeluarkan potensi besar dari sasis mereka.

Ditambah, pengembangan beberapa aerodinamika dan mesin baru dari Honda, membuat Wolff merasa Red Bull akan lebih kuat daripada Mercedes.

“Kami selalu khawatir, karena Anda bisa mengatakan bahwa musim ini mungkin kami yang terkuat dengan jarak yang kami buat. Tapi sangat jarang ada lebih dari tiga mobil di depan," kata Wolff saat ditanya soal kekhawatirannya terhadap Red Bull.

“Max melakukan pekerjaan luar biasa. Dia mungkin berkendara lebih baik daripada apa yang telah diperlihatkannya di dalam mobil.

Baca Juga:

Verstappen merendah terkait label pembalap favorit Red Bull Red Bull berharap pada faktor tak terduga untuk kalahkan Mercedes

“Seperti deja vu di setiap akhir pekan, yang mana ada tiga pembalap besar di barisan depan dan hanya Max yang selalu mendekati Mercedes.

“Oleh karena itu, pada tahun depan Honda akan berusaha sebaik mungkin dan semua orang di Red Bull akan termotivasi. Begitu juga dengan Max.”

Honda telah mengumumkan bahwa mereka akan mundur dari F1 pada akhir 2020. Itu karena mereka harus mengalihkan sumber daya untuk membantu transisi perusahaan mobil komersil.

Pabrikan yang berbasis di Minato, Tokyo, Jepang itu, ingin menjadikan mobil mereka bebas karbon dalam rencana jangka panjang.

Keputusan itu mendorong Honda untuk melakukan perombakan mesin F1 pada tahun depan. Proyek yang awalnya direncanakan untuk 2022, akan dipercepat demi meningkatkan performa Red Bull.

Hingga saat ini, Red Bull masih mencari mesin terbaik yang bisa mereka ajak bekerja sama pada 2022.

Tapi mereka mengutamakan penyuplai yang ingin mengambil alih proyek Honda dan menjalankan pengembangan mesin mereka sendiri.

Rencana itu hanya bisa terjadi jika F1 menyetujui pembekuan mesin untuk mencegah pengeluaran besar.

Namun, perubahan aturan mengenai pengembangan mesin tidak mendapat dukungan dari Renault dan Ferrari.