Mercedes Jelaskan Situasi Kontrak Lewis Hamilton

Memet Kağan Bilgili
·Bacaan 2 menit

Di atas kertas, pembalap Inggris dan Mercedes sudah tidak terikat lagi karena kontrak habis pada 31 Desember 2020. Hingga kini belum ada kepastian penandatanganan komitmen.

Negosiasi kontrak diperkirakan akan berlangsung berlarut-larut, terutama soal gaji dan syarat yang ditetapkan juara dunia F1 tujuh kali itu.

Menurut rumor, Hamilton menginginkan gaji 50 juta euro (sekitar Rp864 miliar) pertahun, serta bagian dari bonus juara tim dan mobil AMG One.

Juru bicara Panah Perak menyatakan kalau berita itu ‘fiksi belaka’ dan ‘tak ada yang perlu dikhawatirkan’.

Jawaban itu senada dengan komentar prinsipal Mercedes, Toto Wolff, bahwa mereka akan mengumumkan tentang kontrak sebelum tes pramusim, Maret nanti.

Ia percaya kalau Hamilton akan setia sehingga memberi waktu bagi sang pembalap menikmati liburan dan menyeimbangkan kehidupannya setelah musim balapan sangat intens.

Pandemi Covid-19 membuat pilot 35 tahun banyak berpikir dan melakukan apapun yang diinginkan mumpung masih hidup.

“Saya mencoba menemukan keseimbangan. Saya menyukai hidup sehari-hari karena Anda tidak tahu kapan hari Anda akan berakhir,” ujarnya.

Baca Juga:

Hamilton: Mercedes W11 Sebuah Karya Seni Sesungguhnya Kualitas Hamilton Jauh di Luar Perkiraan Orang

“Beberapa orang yang melintas di hidup saya mengatakan, ‘Saya berencana melakukan ini dan itu, tapi waktu saua tidak cukup.’ Apa yang dia katakan terjadi. Tahun ini membuat saya lebih fokus kepada momen di mana saya berada.

“Tapi ya, saya suka berpikir ke depan, antusias dengan apa yang menunggu saya di masa depan. Tapi saya juga sadar bahwa semakin tua, saya makin butuh waktu untuk menyelesaikan semuanya.

“Jadi ketika ada sesuatu yang ingin saya lakukan, saya pastikan telah meletakkan fondasi secara strategis karena hal-hal butuh 5-10 tahun atau lebih. Namun di saat yang sama, saya fokus pada hari ini.

Hamilton menegaskan cinta pekerjaannya dan berusaha terus jadi yang terbaik apa pun kondisinya.

“Saya mencintai pekerjaan saya, berkompetisi. Meski dalam waktu sulit seperti ini, saya mencoba mengikuti nuansa teknologi yang kami gunakan dan olahraga yang saya geluti dengan bicara kepada para engineer,” ucapnya.

“Setiap orang sangat hati-hati dengan Covid, semua lingkungan pekerjaan berubah. Tapi di hati, ini balapan yang kami cintai. Saya bersyukur bisa melakukan ini.”

.