Mercedes Tak Buru-buru Perpanjang Kontrak Hamilton

Luke Smith
·Bacaan 2 menit

Hamilton mengunci gelar juara dunia F1 ketujuh lebih cepat, dengan tiga balapan sisa, usai mendominasi GP Turki, Minggu (15/11/2020). Atas prestasi mengagumkan itu, Mercedes AMG Petronas ingin menghadiahkan komitmen lanjutan.

Ikatan kerja pembalap Inggris tersebut dengan tim yang bermarkas di Brackley. Ia mengisyaratkan ingin bertahan.

Kepastian verbal membuat Mercedes tak terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Hamilton. Prinsipal Toto Wolff bahkan menegaskan tidak akan menetapkan tenggat waktu.

“Sepertinya, kami melakukannya di akhir tahun. Bukan karena kami tidak bisa menemukan waktu yang cocok untuk satu sama lain. Saya tidak mau menempatkan kami di bawah tekanan dengan mengatakan sebelum Bahrain atau sebelum Abu Dhabi, kami akan mengumumkan kontrak baru,” ujarnya.

“Tidak ada tekanan. Ketika itu tuntas, itu sudah selesai.”

Baca Juga:

Binotto Senang Vettel Kembali Rasakan Podium Wolff: Hamilton Setara Atlet Terhebat Sepanjang Masa

Wolff berharap kerja sama berlanjut karena mereka masih punya target dan rekor yang ingin diraih ke depannya.

“Dia mencintai balapan, dan kompetisi, seperti halnya tim dan diri sendiri. Saya pikir kalau kita tidak berlomba dengan stop watch, hidup tak akan menyenangkan.”

“Jadi saya melihat kami akan bersama-sama musim depan, mungkin memulai tahun yang hebat lagi. Kemudian kami akan menghadapi tantangan perubahan regulasi yang signifikan pada 2022. Kami akan pergi sejenak,” katanya.

Hamilton mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan petinggi Mercedes harus terjadi secara alami dan tidak boleh dipaksakan.

“Saya hanya berpikir, sepanjang tahun ini punya pekerjaan yang harus dilakukan. Kontrak saya aman, saya tidak merasa perlu menambah tekanan,” ucapnya.

“Saya ingin menyingkirkan itu dan menunggu hingga tugas tuntas. Mungkin beberapa pekan mendatang, kami berada di Timur Tengah tiga pekan, sekarang lebih santai, tapi saya masih punya tiga balapan lagi yang ingin saya menangi. (Diskusi kontrak) itu belum selesai tapi kami akan menyelesaikannya. Saya yakin.”

Tampaknya pikiran pilot 35 tahun tersebut berubah sejak GP Emilia Romagna, di Imola, dua pekan lalu. Ketika itu, ia mengutarakan keluh kesahnya dan berkata tak menjamin membalap di F1 musim depan.