Merebut harga diri, mengembalikan kejayaan olahraga Bekasi

Membangun prestasi olahraga butuh komitmen dan mempertahankan tradisi juara memerlukan kerja keras didukung konsep matang berkesinambungan dari badan otoritas olahraga serta seluruh elemen kepentingan yang terlibat.

Menggapai puncak prestasi dengan tradisi juara merupakan asa tertinggi atas hasil komitmen, kerja keras, dan konsep yang tertuang dalam program kerja komite olahraga, seperti jargon Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi: "Merajut asa, menata, meniti tradisi juara.

Berbekal dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, melalui sarana prasarana serta dukungan moral dan material, KONI Kabupaten Bekasi ditarget mampu mewujudkan prestasi tertinggi dalam usaha meniti tradisi juara. Ini bisa dicapai dengan kerja nyata segenap pengurus.

Prestasi itu sebenarnya kini sudah digapai, dibuktikan dengan belasan atlet kebanggaan Kabupaten Bekasi yang mampu menorehkan tinta emas dengan menyabet medali untuk Indonesia di ajang Sea Games 2019 Filipina dan 2021 Vietnam.

Mereka, antara lain, Vidya Rafika, Medina Warda Aulia, Susanto Megaranto, Aflah Fadlan Prawira, Halomoan Edwin Binsar, Willy, Raphael, Nadia Sinaga, Rudi Febriade, Dewi Citra, Ana Rahayu, Raqiel Az Zahra, Rahmawati, Randy Arbenata, dan Asep Yuldan Sani.

Pada ajang PON Papua setahun lalu, atlet asal Kabupaten Bekasi bahkan mampu menyumbang 39 medali emas, 22 perak, serta 29 perunggu untuk membantu Kontingen Jawa Barat mempertahankan gelar juara umum.

Capaian impresif terkini itu terasa belum lengkap mengingat daerah pemilik kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara tersebut harus puas berada di posisi ketiga pada daftar perolehan akhir medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII Jawa Barat 2018 di Kabupaten Bogor.

Kabupaten Bekasi kala itu berada di bawah Kota Bandung di urutan kedua dan tuan rumah Kabupaten Bogor yang menjadi juara umum. Padahal pada ajang serupa sebelumnya, yakni Porprov XII Jawa Barat 2014, Kabupaten Bekasi berhasil meraih gelar juara umum.

Kabupaten Bekasi kini dihadapkan tantangan untuk mengembalikan kejayaan olahraga di antara daerah pesaing guna merebut harga diri yang hilang. Mampukah atlet meniti tradisi juara bagi Kabupaten Bekasi? Sebuah pertanyaan yang hanya dapat dijawab dengan prestasi, tolok ukur nyata olahraga.

Persiapan Matang
Sejumlah strategi telah dijalankan KONI Kabupaten Bekasi untuk mengembalikan kejayaan olahraga wilayah itu pada ajang Porprov XIV Jawa Barat yang berlangsung pada 12-19 November 2022.

Program pembinaan baik jangka pendek, menengah, dan panjang terus dilakukan. Bimbingan serta program latihan secara intensif dan terukur untuk meningkatkan kemampuan segenap atlet dan pelatih juga sudah diwujudkan.

Mengutip pernyataan pendiri bangsa, Soekarno, yang menyebut "Berdiri di atas kaki sendiri", segenap pengurus KONI Kabupaten Bekasi optimistis mampu berprestasi melalui pembinaan terukur kepada bibit-bibit atlet lokal potensial.

Alhasil program-program yang menjadi bagian dari persiapan menuju ajang itu berbuah manis. Atlet-atlet setempat kini tengah dalam kepercayaan diri tinggi usai meraih hasil maksimal pada Babak Kualifikasi Porprov Jabar 2022.

Begitu pula dengan program pemusatan latihan cabang yang sudah berjalan sesuai koridor juara umum. Dengan waktu yang tersisa, persiapan para atlet dinilai sudah sangat optimal.

Hal ini tidak terlepas dari komitmen bersama segenap unsur yang terlibat dalam mengaplikasikan desain olahraga daerah hasil spesifikasi Desain Besar Olahraga Nasional yang digaungkan pemerintah, tinggal bagaimana upaya untuk mengawal prestasi tersebut.

Ketua KONI Kabupaten Bekasi Reza Luthfi Hasan mengatakan prestasi olahraga merupakan harga diri yang wajib diperjuangkan melalui indikator pasti yakni keberhasilan dalam setiap ajang kompetisi.

Bagi KONI Kabupaten Bekasi, tidak ada kata lain selain berjuang bersama untuk memberikan prestasi terbaik. Mengingat kompetisi dinilai dari medali dan ending-nya bagaimana meraih medali sebanyak-banyaknya agar tujuan dapat tercapai, menjadi juara umum di ajang Porprov Jabar 2022.

Target dan Peluang
Kabupaten Bekasi menargetkan menjadi juara umum Porprov XIV Jabar 2022. Target untuk mengembalikan harkat dan martabat juga harga diri yang hilang saat ajang serupa sebelumnya.

Chief de Mission Kontingen Kabupaten Bekasi Ricky Setiawan Anas menyatakan menjadi juara umum merupakan misi utama yang harus diwujudkan melalui kerja keras dan semangat gigih segenap atlet.

Dibekali kesiapan fisik dan stamina oleh pelatih pada waktu pemusatan latihan, mereka kini hanya tinggal menyiapkan mental dan konsentrasi saat pertandingan nanti.

Kemudian yang juga perlu diwaspadai adalah potensi gangguan nonteknis selama pertandingan, mengantisipasi segala bentuk kecurangan dengan tidak tinggal diam, dan membiarkan meluas bak pasang tsunami.

Ricky yang menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi itu memastikan apabila segenap unsur tersebut dapat ditaklukkan maka tidak ada lagi yang mampu membendung Kabupaten Bekasi meraih gelar juara umum.

Bicara soal peluang Kabupaten Bekasi di ajang olahraga terbesar se-Jawa Barat itu tentunya sangat terbuka lebar untuk dapat meraih gelar juara umum, dilihat berdasarkan sejumlah indikator.

Pertama, materi atlet yang merupakan gabungan atlet berprestasi dan atlet muda. Deretan atlet penghuni pelatnas ada di daerah ini, begitu pula atlet-atlet muda dengan catatan waktu dan nilai mendekati seniornya. Apabila melihat indikator statistik pemain, dipastikan Kabupaten Bekasi lebih unggul.

Kedua, Kabupaten Bekasi juga ditetapkan sebagai tuan rumah bersama. Ini menjadi faktor pendukung mengingat adanya tambahan suntikan semangat dari segenap warga yang turut menyaksikan ajang ini secara langsung, setidaknya di lima cabang olahraga yang dipertandingkan di wilayah itu.

Pengurus Besar Porprov XIV Jabar 2022 memutuskan ajang olahraga 4 tahunan ini berlangsung di tiga tuan rumah utama yakni Kabupaten Ciamis, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Bandung Barat.

Selain tiga tuan rumah utama, enam daerah menjadi penyangga tuan rumah antara lain Kabupaten Bekasi, Garut, Banjar, Pangandaran, Tasikmalaya, dan Bandung. Di Kabupaten Bekasi ada lima cabang olahraga yang dipertandingkan yakni sepatu roda, panahan, tenis lapangan, bulutangkis, serta tarung drajat.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Kabupaten Bekasi Berdje Rumadjid mengaku saat ini pesaing ketat Kabupaten Bekasi dalam perebutan Juara Umum Porprov Jabar 2022 masih dipegang Kota Bandung.

Selain Kota Bandung, Kabupaten Bogor juga diprediksi menjadi pesaing utama dalam perebutan gelar juara umum, disusul Kabupaten Bandung Barat dan Kota Bekasi. Pihaknya mengaku sudah menemukan formula untuk memenangkan persaingan ini.

Kabupaten Bekasi memiliki keunggulan di tengah proses pembinaan atlet yakni kebijakan yang mampu meningkatkan prestasi atlet seperti intensitas latihan yang terukur serta kelancaran uang pembinaan.

Dari dua indikator itu saja bisa melihat bagaimana perkembangan atlet di Jawa Barat. Selebihnya, olahraga itu terukur, misalnya, atletik. Sudah lahir sejumlah atlet yang memiliki level nasional. Lalu renang dan beberapa cabang lain.

Kekuatan Kontingen
Kontingen Kabupaten Bekasi bermaterikan sebanyak 1.337 orang yang terdiri atas 1.119 atlet, ditambah pelatih, ofisial, serta manajer dan menjadi daerah kedua terbesar berdasarkan jumlah kontingen, di bawah Kota Bandung dengan 1.545 kontingen.

Atlet-atlet Kabupaten Bekasi akan bertanding di total 58 cabang olahraga dengan target mampu mendulang 179 medali emas, sesuai hasil analisis KONI setempat untuk dapat meraih gelar juara umum.

Kabupaten Bekasi menargetkan nomor-nomor cabang olahraga perorangan untuk mendulang emas sebanyak-banyaknya sehingga tidak terlalu terpengaruh pada kuantitas kekuatan kontingen.

Beberapa cabang seperti renang dan nomor aquatik lain, atletik, menembak, wushu, catur, dan biliar menjadi andalan meraih medali. Kemudian judo, angkat besi, ski air, karate, panahan, selam, panjat tebing, berkuda, serta golf juga diyakini mampu menjadi lumbung emas.

Kontingen Kabupaten Bekasi juga mendapatkan pendampingan khusus melalui program bapak asuh yang diambil dari segenap jajaran perangkat daerah dan pihak swasta melalui surat keputusan kepala daerah.

Setiap cabang olahraga memiliki dua hingga tiga bapak asuh dengan tugas utama mendampingi sekaligus menjaga mental moril para atlet agar terhindar dari tekanan, stres, dan emosi saat bertanding nanti.

Kehadiran bapak asuh ini tentu menjadi tambahan semangat bagi para atlet sekaligus ajang pembuktian bahwa mereka mampu menunjukkan performa terbaik dengan meraih medali emas di setiap nomor pertandingan yang diikuti.

Dukungan dan stimulus
Pemerintah Kabupaten Bekasi memberikan dukungan penuh kepada setiap atletnya yang bertanding di ajang Porprov XIV Jabar 2022. Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan dipastikan akan mengunjungi sejumlah arena tempat para atletnya bertanding untuk memberikan tambahan semangat.

Dani juga akan membawa segenap unsur forum komunikasi pimpinan daerah mulai Kapolres Metro Bekasi, Dandim 0509 Kabupaten Bekasi, Kajari Kabupaten Bekasi, Kepala Pengadilan Negeri Cikarang, serta Ketua DPRD Kabupaten Bekasi ke sejumlah arena pertandingan.

Dirinya bahkan telah menginstruksikan seluruh kepala organisasi perangkat daerah dan jajaran untuk aktif memantau pertandingan di lokasi yang telah ditentukan berdasarkan hasil rapat penempatan perangkat daerah dalam rangka mendukung Kabupaten Bekasi juara umum.

Selain berkeliling meninjau atletnya bertanding, kabar gembira juga telah disiapkan pemerintah daerah bagi para atlet berprestasi asal Kabupaten Bekasi. Bonus atlet sebesar Rp100 juta untuk satu medali emas menjadi stimulus atlet agar bisa menunjukkan prestasi terbaiknya.

Saat melepas kontingen beberapa waktu lalu, Dani mengaku bersyukur telah diamanahkan menjabat Bupati Bekasi karena dapat menyaksikan langsung ajang olahraga terbesar dengan ikut merasakan atmosfer pertandingan yang penuh sportivitas di gelanggang PON Papua.

Dia pun berharap saat Porprov Jabar 2022, semangat sportifitas yang sama juga dapat tersaji di setiap pertandingan. Seluruh unsur pertandingan mulai atlet, pelatih, ofisial, wasit dan juri, hingga panitia penyelenggara diharapkan menempatkan sikap sportivitas di atas segalanya.

Dari indikator di atas, rasa-rasanya sangat pantas Kabupaten Bekasi menjadi juara umum. Sebuah tantangan yang tidak ringan namun dapat diwujudkan. Yang terpenting adalah keyakinan, karena hampir seluruh kemenangan berangkat dari keyakinan. Buah kerja keras, disiplin, latihan, didukung analisis sport intelligent.

Juga tak luput doa dan dukungan dari segenap insan olahraga serta seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bekasi yang berharap mampu mengantarkan prestasi tertinggi bagi para atlet untuk mempersembahkan gelar juara umum.