Merek Pakaian Langganan Para Presiden AS Terancam Bangkrut

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 1 menit

VIVA – Salah satu merek fesyen tertua di Amerika Serikat, Brooks Brothers, menjadi peritel terbaru yang mengajukan perlindungan kepada otoritas pengadilan AS dari ancaman kebangkrutan. Perusahaan itu terancam tak mampu bayar utang.

Dilansir dari BBC, perusahaan berusia lebih dari 200 tahun ini meminta perlindungan pada pengadilan usaha AS dari para kreditor. Pandemi Virus Corona membuat bisnis perusahaan loyo hingga kini.

Mereka telah mengumumkan menutup beberapa toko yang dimiliki. Pabrik di AS pun rencananya akan ditutup karena tak mampu membiayai operasionalnya.

Brooks Brothers hingga kini memiliki sekitar 500 toko di seluruh dunia, yang sekitar setengahnya berada di AS. Perusahaan itu pun tercatat memiliki lebih dari 4.000 pekerja.

Baca juga: Maskapai Penerbangan Ini Akan PHK 36 Ribu Pekerja

Berdiri sekitar 1818, puluhan produk pakaian produksi Brooks Brothers diketahui telah dipakai oleh para presiden AS sejak lama. Termasuk John F Kennedy hingga Barack Obama.

Sejak 2001, merek ini dimiliki pengusaha Italia Claudio Del Vecchio yang keluarganya mendirikan Luxottica. Sebelumnya perusahaan ini dimiliki oleh Marks & Spencer pada 1988 hingga 2001.

Dalam pengajuan perlindungan usaha ke pengadilan, perusahaan itu mengatakan memiliki aset dan kewajiban utang masing-masing US$500 juta dan US$1 miliar.

Pantau berita terkini di VIVA terkait Virus Corona