Merger 3 Bank Syariah BUMN, Asetnya Capai Rp210 Triliun

Raden Jihad Akbar, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan menjadi pemegang saham mayoritas dari PT BRI Syariah Tbk atau "BRIS". Tiga bank syariah anak usaha BUMN pun akan digabungkan menjadi satu di dalamnya.

Ketiga bank syariah yang merger di bawah bendera PT BRI Syariah Tbk tersebut yakni Bank BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan Bank BNI Syariah.

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengatakan, dengan adanya merger ketiga bank syariah BUMN ini, maka aset bank BUMN Syariah bisa mencapai Rp210 triliun.

Baca juga: Menteri ESDM: Pemanfaatan EBT Jadi Momentum saat Pandemi

"Dengan bergabungnya merger bank syariah ini maka akan menghasilkan aset antara Rp207 triliun sampai Rp210 triliun. Ini merupakan langkah besar untuk syariah bergabung di pasar regional," kata Darmawan dalam telekonferensi, Rabu, 21 Oktober 2020.

Darmawan menambahkan, rencana ini menjadi langkah besar untuk industri perbankan Indonesia. Karena potensi bagi mergernya bank syariah Indonesia itu akan mampu menembus hingga Timur Tengah.

Hal ini diperlukan karena perkembangan perbankan syariah di tataran global memang berlangsung sangat progresif dan cepat.

"Apalagi penggabungan ini inisiatif strategis untuk kinerja bisnis syariah, dan memberikan impact positif pada Bank Mandiri," ujarnya.

Diketahui, sebelumnya Ketua Project Management Officer (PMO) Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN, Hery Gunardi mengatakan, seluruh proses dan tahapan-tahapan setelah ringkasan rencana merger tersebut akan terus dikawal hingga tuntas sehingga merger itu bisa dilakukan dalam waktu dekat.

"Saya, mewakili PMO, diamanahkan oleh Pemerintah melalui Kementerian BUMN untuk terus mengawal tidak hanya sampai legal merger. Tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia," ujarnya.