Merger Gojek-Tokopedia, Keamanan Data Pelanggan Harus Terjamin

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Rencana merger antara dua perusahaan startup raksasa asal Indonesia, yakni Gojek dan Tokopedia, mendapat perhatian dari para pengamat terkait aspek keamanan dan pengelolaan data pelanggan.

Ketua Cyber Law Center Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran dan pakar keamanan data pribadi, Dr. Sinta Dewi Rosadi, menilai bahwa setidaknya baik pihak Gojek maupun Tokopedia sudah berupaya melakukan perbaikan-perbaikan, terkait kebijakan perlindungan data para pelanggan mereka ke depannya.

"Keamanan data tentunya harus menjadi perhatian kita semua, karena jangan sampai data pribadi pelanggan itu dibagi ke pihak lain," kata Sinta dalam keterangan tertulisnya, Selasa 23 Februari 2021.

Baca juga: Tenaga Medis COVID-19 di Agam Belum Dapat Insentif Sejak Juni 2020

Sinta mengatakan, perusahaan seperti Gojek yang memegang data pelanggan yang besar, semestinya sudah memperbaiki kebijakannya terkait perlindungan privasi data pelanggan. Dia pun mengapresiasi apabila pihak Gojek sudah melakukan upaya perbaikan demi melindungi data para pelanggannya itu. "Dan itu bagus," ujarnya.

Merger atau penggabungan perusahaan di industri digital merupakan hal yang lumrah mengingat sektor usaha yang tergolong dinamis. Selama perusahaan menerapkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola data, aksi merger seharusnya tidak berpengaruh terhadap hal keamanan data konsumen dan masyarakat.

Selain itu, lanjut Sinta, data konsumen juga akan tetap aman, selama dilindungi oleh regulasi yang harus dipatuhi oleh masing-masing perusahaan digital di Indonesia.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa tingkat keamanan sistem internal dan upaya perlindungan data nasabah merupakan hal yang saling berkaitan, dalam hal menjaga reputasi perusahaan. Jika terjadi kebocoran data, maka hal itu diyakini dia akan membuat konsumen tidak akan menaruh kepercayaan lagi kepada perusahaan itu.

Apalagi di Indonesia, di mana regulasi terkait keamanan data nasabah belum sepenuhnya ada, maka konsumen akan rentan terekspos terhadap hal tersebut. Oleh karenanya, dalam kaitan dengan merger Gojek dan Tokopedia, Sinta melihat pentingnya kedua perusahaan memiliki standar keamanan perlindungan data pelanggan yang sama, agar bisa memberikan perlindungan yang optimal kepada pelanggannya.

"Kedua perusahaan saat ini telah memiliki fungsi keamanan data di bawah divisi Data Protection Office (DPO). Bahkan Gojek memiliki Chief Information & Security Officer atau CISO, yang divisinya diisi oleh ahli dan tenaga kerja mumpuni dengan kualifikasi internasional," kata Sinta.

"Ke depannya, kedua perusahaan disarankan untuk menambah posisi penting lainnya, yaitu Data Privacy Officer atau Information Privacy Officer, guna memperkuat tata kelola internal di dalam organisasi," ujarnya.