Merinding, Korban Chris John Minum Air Kencing Jelang Lawan Mayweather

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Nama mantan juara tinju asal Meksiko, Juan Manuel Marquez sudah tidak asing lagi bagi pecinta tinju Indonesia pada tahun 2000-an.

Sebelum namanya populer, Manuel Marquez pernah tak berdaya menghadapi petinju jagoan Indonesia, Chris John.

Marquez terbang ke Tenggarong untuk merebut sabuk juara kelas bulu WBA yang menjadi milik Chris Jon pada 4 Maret 2006.

Dalam pertandingan yang sangat menarik dan penuh dengan adu teknik dan skill tingkat tinggi, Marquez harus menerima kenyataan.

Dia takluk dari Chris John yang sukses mempertahankan gelarnya dengan kemenangan angka mutlak.

Kekalahan dari Chris John tak membuat karier Marquez berhenti. Kekalahan itu justru membuatnya menjadi mengerikan.

Dia memenangkan empat pertarungan beruntun dan berhasil meraih kembali gelar juara kelas bulu WBO, WBC.

Namun, gelar tersebut kembali raib ketika Marquez bertemu dengan raksasa tinju Filipina, Manny Pacquiao pada 15 Maret 2008.

Setahun kemudian, Marquez bertarung melawan Floyd Mayweather Jr di MGM Grand Garden Arena, Amerika Serikat tepatnya 19 September 2009 silam.

Ada kisah menarik dalam pertarungan ini. Marquez mengakui telah melakukan hal yang tak biasa dalam persiapannya menghadapi Mayweather.

Marquez meminum air kencingnya sendiri, karena ia percaya bisa memberikan kemenangan.

“Meminum air kencing adalah kebiasaan yang sudah saya lakukan selama enam atau tujuh pertandingan terakhir, dan itu telah memberikan saya hasil yang bagus,” kata Marquez, dilansir Daily Star.

“Jika anda meminum atau menyuntik tubuh anda dengan vitamin, anda akan mengeluarkannya lagi saat buang air kecil. Jadi, mengapa tidak memasukannya kembali ke tubuh anda dengan meminum air kencing tersebut?” sambungnya.

Namun, ritual menjijikan itu menjadi sia-sia. Pasalnya, Marquez kalah dari Floyd Mayweather Jr yang saat itu tak bertarung selama dua tahun.

Duel yang berlangsung di kelas welter itu pun berakhir dengan kemenangan Mayweather lewat keputusan Unanimous Decision (120-107, 119-108, 118-109).

Marquez menjalani karier tinju profesional sejak 29 Mei 1993 hingga 2017. Selama kariernya, Marquez menjadi petinju Meksiko ketiga (setelah Érik Morales dan Jorge Arce) yang menjadi juara dunia di empat kelas berbeda.

Selain itu, Marquez juga pernah memenangi sembilan kejuaraan dunia termasuk gelar kelas bulu WBA (Super), IBF dan WBO antara tahun 2003 dan 2007.

Kemudian gelar kelas bulu super WBC dari 2007 hingga 2008; The WBA (Super), WBO, The Ring Magazine antara 2008 dan 2012; dan gelar kelas welter junior WBO dari 2012 hingga 2013.

Dalam karier yang berlangsung selama lebih dari dua puluh tahun, Márquez mencatatkan 64 pertandingan dengan 56 kemenangan (40 KO), 7 kalah dan sekali imbang.