Merinding, Pesan Mengharukan Liliyana Natsir untuk Markis Kido

·Bacaan 2 menit

VIVA – Untaian doa dan pesan haru terus mengalir usai legenda bulutangkis Indonesia, Markis Kido meninggal dunia pada Senin malam, 14 Juni 2021,

Markis Kido meninggal di usia ke-36. Dia menghembuskan napas terakhirnya ketika sedang bermain bulutangkis di GOR Petrolin, Alam Sutera, Tangerang.

Menurut Candra Wijaya, mantan pemain yang hadir di arena, Kido tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri saat baru bermain setengah gim. Saat itu sekitar jam 18.30 WIB.

Berpulangnya Kido meninggalkan duka yang mendalam untuk mantan pebulutangkis putri Indonesia, Liliyana Natsir.

Kenangan indah kembali terngiang di benaknya, meski tak menyangka begitu cepat Kido berpulang.

Butet, sapaan akrab Liliyana Natsir kembali memutar memorinya dengan pria yang akab ia sapa Uda Kido tersebut.

Ya, Butet pernah berpasangan dengan Kido pada awal kariernya di dunia tepok bulu internasional. Momen itu terjadi saat mereka tampil di ajang Kejuaraan Asia Junior tahun 2000.

Tak tanggung-tanggung, Kido-Butet tampil ganas dan berhasil meraih gelar juara di ajang tersebut.

“Astagaaa Uda Kido, gak nyangka pergi secepat ini. Pertama kali gw ikut kejuaraan International, kejuaraan Asia junior main mixed double partner sama Lu Bro dan kita Juara," tulis Butet.

“Semoga Uda Kido ditempatkan yang terbaik di sisiNya dan Keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan Amin,” sambungnya.

Kido dan Butet setelah menjadi juara di Kejuaraan Asia Junior 2000, kembali meraih gelar di Kejuaraan Dunia Junior 2002.

Setahun kemudian, Kido dan Butet berpisah. Kido terjun ke level senior dan langsung dipasangkan dengan Hendra Setiawan. Bersama Hendra, Kido merasakan puncak kariernya.

Prestasinya melesat jauh ketika dipasangkan dengan Hendra. Dia sempat dua kali meraih medali emas Kejuaraan Asia 2005 dan 2009, medali emas Piala Dunia Badminton 2006, medali emas Kejuaraan Dunia BWF 2007, dan tiga kali merebut medali emas SEA Games, 2005, 2007, dan 2009.

Prestasi tertinggi ditorehkannya pada Olimpiade 2008 Beijing. Kido dan Hendra membawa pulang medali emas ke Tanah Air setelah menumbangkan ganda putra China, Cai Yun/Fu Haifeng.

Keberhasilan mereka menyelamatkan muka Indonesia di pesta olahraga terakbar sedunia edisi ke-29 tersebut. Sebab, itu jadi satu-satunya medali emas yang didapatkan kontingen Merah Putih di Olimpiade 2008.

Dua tahun berselang, Kido kembali meraih medali emas dari ajang Asian Games 2010 di China. Kido melengkapi torehannya dengan 10 gelar BWF Superseries dan BWF Grand Prix.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel