Meringis, Kasal Yudo Dengar Cerita Bocah Baru Disunat di Atas KRI Semarang-594

Merdeka.com - Merdeka.com - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan puluhan alat utama persenjataan (Alutsista) untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di berbagai daerah pesisir Indonesia. Hal ini dalam menyambut perayaan HUT TNI Al ke-77, atau pada 10 September 2022.

Secara keseluruhan ada sebanyak 20 KRI dan 34 Kapal Angkatan Laut (KAL) yang dikerahkan dalam kegiatan bakti kesehatan tersebut. Salah satunya KRI Semarang-594.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan, pihaknya memberikan pelayanan kesehatan mulai dari khitanan massal, donor darah, dan pembersihan plak dan karang gigi, serta donor darah. Kegiatan ini mendapatkan rekor muri Indonesia.

"Masyarakat di pulau terpencil, pulau terluar, maupun di pesisir kami sasar juga di bakti kesehatan kali ini," katanya saat berada di KRI Semarang-594.

Secara keseluruhan TNI AL berhasil menjangkau belasan ribu masyarakat dalam sehari. Di mana ada 2.175 anak yang ikut ambil bagian dalam khitanan massal, lalu 8.355 masyarakat melakukan donor darah.

Dan tidak kurang dari 5.250 orang yang meminta layanan kesehatan pembersihan karang gigi. Hampir seluruhnya dilakukan oleh petugas kesehatan di atas kapal perang dan yang bersandar di dermaga.

"Sehingga tidak (hanya) masyarakat di darat saja. Masyarakat yang ada di pulau (bisa terlayani), seperti masyarakat di Pulau Panggang maupun Pulau Untung Jawa," katanya.

Menurut Yudo, tidak sedikit masyarakat yang tinggal di daerah kepulauan, daerah terluar, dan daerah terpencil ingin mendapat layanan kesehatan. Namun, mereka kerap terkendala. Salah satunya terkendala jarak.

"Kali ini lebih unik, menyasar dengan alutsista kami. Dengan KRI maupun KAL," ujarnya.

Patroli Udara Maritim dan Intelijen

Yudo melakukan strategi dalam memanfaatkan anggaran terhadap TNI AL. Kata Yudo, sebagian besar dari anggaran itu akan digunakan untuk kebutuhan pemeliharaan dan perawatan alat utama sistem persenjataan (harwat alutsista).

"Yang paling besar, kemarin (Senin) saya fokuskan untuk refurbishment ataupun untuk harwat alutsista. Kita tahu semua alutsista (TNI AL) banyak yang berumur tua. Sehingga perlu dilaksanakan perawatan," katanya.

Yudo tidak mengelak, tentang kecilnya anggaran. Menurut dia, nominal itu masih belum ideal. Namun, pihaknya tidak bisa memaksakan diri. "Kalau kami bilang ideal ya idealnya tidak segitu. Artinya kami melihat kemampuan mereka (pemerintah) dalam menentukan anggaran," ujarnya kembali.

"Sepertiga kekuatan melaksanakan operasional, sepertiga stand by, sepertiga harwat," sambungnya.

Oleh sebab itu, ia mengarahkan agar Angkatan Laut tidak perlu mengerahkan terlalu banyak kapal perang. Mereka menggerakan kapal perang sesuai dengan hasil pemantauan yang dilakukan oleh pesawat intai maritim.

Namun, dengan tidak mengendurkan patroli maritim. "Kami optimalkan patroli udara maritim dan juga melaksanakan patroli operasi intelijen. Itu lebih efektif dan efisien," katanya. [rhm]