Merintis Bisnis Dropship

·Bacaan 3 menit

VIVA Dropship adalah bisnis yang memungkinkan untuk menjual suatu produk tanpa harus menyetok barang fisiknya dahulu. Nantinya supplier yang akan mengirimkan produk tersebut setelah pembeli menyelesaikan transaksi.

Lalu, darimana Anda akan dapat keuntungan? Caranya yaitu dengan melakukan markup harga. Pasanglah harga lebih tinggi dari harga dasar yang ditetapkan oleh supplier.

Ini adalah beberapa mekanisme bisnis dropshipping:

1.Pelanggan membeli produk dari dropshipper.

2.Dropshipper memesan produk kepada supplier.

3.Supplier mengirimkan produk kepada pelanggan.

4.Walaupun bisnis dropship sangat populer, tetapi bisnis dropship memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan. Berikut beberapa hal yang harus Anda ketahui sebelum masuk ke dunia drop shipping.

Beberapa faktor yang menjadikan bisnis dropshipping layak untuk dicoba:

1.Mudah untuk memulainya
2.Risiko rendah
3.Modal usaha kecil
4.Menjual berbagai produk
5.Fleksibel
6.Kekurangan
7.Terlihat sangat menjanjikan

Namun ada beberapa hal yang perlu diantisipasi sebelum Anda memulai bisnis dropshipping:

1.Persaingan ketat
2.Profit kecil
3.Supplier bermasalah
4.Kesulitan mengelola persediaan
5.Bantuan pelanggan
6.Merintis Bisnis Dropship

Mungkin Anda sudah tahu hal-hal mendasar tentang bisnis dropshipping setelah membaca tulisan sebelumnya. Selanjutnya, kami akan menjelaskan apa yang harus dilakukan untuk memulai bisnis ini.

1. Mencari Ide Bisnis Dropshipping

Sebelum terjun ke bisnis dropship, Anda harus tahu apa yang akan dijual terlebih dulu. Memilih produk berdasarkan keinginan sendiri akan berakibat buruk ke depannya.

Pertama, tentukan siapa yang jadi target pasar Anda. Cari tahu masalah yang di alami oleh mereka dan pilih produk yang bisa menawarkan solusinya. Dengan demikian, produk Anda akan dilihat bernilai oleh konsumen.

Produk yang dipilih harus memiliki nilai baik bagi pembeli ataupun penjual. Maka dari itu, Anda perlu memastikan jika produk yang akan ditawarkan membawa keuntungan dan industrinya memiliki masa depan yang bagus.

Anda bisa menggunakan Google trends untuk mengecek apakah produk yang dipilih masuk ke dalam tren atau tidak.

Jika Anda sudah yakin dengan niche yang dipilih, langkah selanjutnya adalah mencari supplier yang tepat.

Buat perbandingan beberapa supplier dari segi kredibilitas, kebijakan perdagangan, dan kualitas produk yang ditawarkan.

Pastikan supplier tidak memberi risiko jangka panjang bagi bisnis Anda. Anda pun harus meyakinkan supplier jika Anda bisa menjadi mitra bisnis yang hebat. Bisa dibilang, relasi antara Anda dan supplier harus saling menguntungkan.

2. Menentukan Nama Domain

Mengetahui produk yang akan dijual adalah hal yang penting. Mengarahkan konsumen agar bisa menemukan produk yang dijual juga tak kalah penting.

Oleh karena itu, pastikan konsumen tahu di mana mereka bisa membeli produk yang Anda jual. Setiap toko pasti membutuhkan alamat. Sama halnya dengan bisnis online yang membutuhkan alamat dalam bentuk nama domain.

Buatlah nama domain yang mudah diingat dan relevan dengan target konsumen. Nama inilah yang akan diketik konsumen di kolom browser setiap kali mereka ingin membeli produk Anda.

3. Membuat Toko Online
Setelah memilih nama domain, langkah selanjutnya adalah membuat toko online.

Toko online dapat dibuat dengan menggunakan WordPress. Untuk dapat di gunakan, Anda harus menginstallnya terlebih dulu. Pilih WordPress auto installer. Tool ini akan menginstall WordPress secara otomatis.

Setelah berhasil membuat website WordPress, install plugin WooCommerce. Plugin ini akan memudahkan Anda dalam pembuatan toko online.

Terakhir, setelah semuanya berhasil diinstall, tambahkan produk dan mulailah mendesain toko online Anda.

4. Menetapkan Rincian

Menambahkan produk ke toko online bukanlah sesuatu yang mudah. Ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan.