Merintis Usaha Dekorasi di Tengah Pandemi, Tidak Mudah tapi Memberi Berkah

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Kita bisa bersinar melalui setiap pilihan hidup yang kita buat dalam hidup. Baik dalam hal pendidikan, karier atau pekerjaan, dan pilihan soal impian serta cita-cita. Setiap perempuan bisa menjadi sosok tangguh melalui setiap pilihan hidup yang diambil. Seperti dalam tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Oktober 2020: Menjadi Lady Boss Versimu ini.

***

Oleh: Daning Inayaa

Aku seorang guru sekaligus ibu rumah tangga. Sejak diumumkan masa PSBB, kesibukanku di sekolah berkurang. Sebagai gantinya, semua pekerjaan aku kerjakan dari rumah. Semua pembelajaran aku lakukan secara daring. Kegiatan sekolah pun ditiadakan. Alhamdulillah, waktu untuk keluarga di rumah semakin banyak.

Semakin hari aku makin menikmati waktuku di rumah. Seakan tak terbatas waktu untuk mengurus anak, suami, dan pekerjaan rumah. Namun, makin hari kurasakan kondisi keuangan keluarga kami makin tipis karena gajiku dan suami dipangkas oleh sekolah sebagai dampak dari pandemi ini. Maklum, sekolahku hanya sekolah swasta kecil yang anggaran dananya pun kecil.

Tak mau kalah dengan keadaan, aku pun memutar otak untuk bertahan hidup dalam kondisi ini. Aku dan suami sempat berjualan camilan saat bulan Ramadan. Aku juga sembari menekuni bisnis online. Tapi, dampak pandemi sungguh hebat hingga segala sektor tampak mengenaskan.

Hanya satu peluang yang kusadari akan menjanjikan yaitu bisnis dekorasi. Kenapa? Karena sejak PSBB diumumkan, segala aktivitas di gedung, hotel, dan aula-aula pertemuan dihentikan. Acara-acara pernikahan tidak boleh dirayakan secara besar-besaran melainkan boleh di rumah saja, akad dulu saja. Acara tunangan, tingkepan, dll pun begitu.

Di kota kami, ada kebiasaan untuk tetap mengundang keluarga dan tetangga untuk acara pernikahan. Jadi tetap harus ada acara dan dokumentasi. Dokumentasi tanpa adanya dekorasi pasti kurang pantas. Dari situlah, aku mendapatkan ide untuk mengadakan usaha dekorasi rumahan. Dekorasi dilakukan kecil-kecilan tanpa terlalu mewah yang penting pantas.

Menjalankan Bisnis dengan Sepenuh Hati

ilustrasi./Photo by Emma Bauso from Pexels
ilustrasi./Photo by Emma Bauso from Pexels

Hal pertama yang membuat pening tentu saja modal. Bukan hal aneh mengingat usaha dekorasi membutuhkan modal yang tak kecil. Maka dari itu, aku meniatkan diri untuk memakai tabungan pribadi kami. Aku juga pinjam dari keluarga besar dan saudara. Dari sana, aku membeli semua peralatan pertukangan, kain, gawang backdrop, bunga, daun, dan pernak-pernik dekorasi lainnya. Usaha kami diberi nama Kejora Decoration. Aku berharap akan terus hidup dan terang layaknya bintang kejora. Amin.

Namanya usaha rintisan pasti tidak lepas dari segala macam kesulitan di awal. Terutama dikarenakan posisiku sebagai ibu rumah tangga yang harus seimbang antara mengurus usaha dan keluarga. Terkadang aku harus lembur sampai malam untuk mempersiapkan segala yang dibutuhkan dalam acara. Suami bagian angkutan dan persiapan alat. Sedangkan aku bagian merangkai bunga, kain, dan aksesoris kecil-kecil. Kami saling bekerja sama mulai dari desain hingga eksekusi di lapangan.

Tak jarang masalah muncul saat hari H. Kondisi cuaca yang sering hujan, kondisi lapangan yang kurang memungkinkan, tanah tidak rata, becek, sempit dll adalah "makanan" kami. Pernah kami mendapatkan klien yang rumahnya sempit. Ukuran lebar ruang tamunya hanya 2,7 m sedangkan gawang kami minimal 3 m lebarnya. Akhirnya backdrop kami pasang di halaman rumah tetangganya. Kendalanya tentu saja tanah yang tidak rata dan backlight. Backlight ini akan menyulitkan fotografer karena hasil foto kurang bagus, silau, dan belang. Oleh karena itu, malam itu juga kami harus tambah kain lagi di belakang backdrop agar tidak silau.

Pernah juga kami mendapatkan job dadakan. Akad nikah besok pagi, job datang malam harinya. Rumah calon pengantin sudah didekorasi tetapi sang empunya rumah kurang puas dengan hasilnya. Akhirnya mereka cari dekorasi lain. Dan itu kami. Malam itu juga dengan peralatan seadanya kami berangkat karena kebetulan lokasinya dekat. Backdrop dipasang jam 8 malam selesai jam 3 subuh karena yang bekerja hanya aku dan suamiku. Kami belum punya karyawan saat itu.

Sekarang, setelah berjalan kurang lebih 5 bulan, usaha dekorasi kami punya 2 karyawan bagian dekor dan 1 sopir. Alhamdulillah puji syukur kami selalu panjatkan karena Tuhan selalu memberi kelancaran.

#ChangeMaker