Merriam-Webster perbarui istilah sindrom restauran China

Merriam-Webster telah memperbarui istilah "sindrom restoran China," sebuah istilah yang dinilai oleh banyak orang Asia-Amerika kuno dan bahkan rasis.

Ungkapan ini sebelumnya didefinisikan sebagai penyakit yang sah yang ditimbulkan oleh makanan yang dibumbui dengan monosodium glutamat (MSG), "terutama makanan China." Merriam-Webster.com mengatakan gejalanya meliputi mati rasa di leher, lengan dan punggung, serta sakit kepala dan pusing.

Sekarang, definisi tersebut memiliki tambahan terperinci yang mencatat istilah itu sebagai "kuno" dan "menyinggung." Itu juga menyatakan penelitian yang dilakukan sejak apa yang disebut sindrom itu dilaporkan pada 1960-an belum menemukan hubungan antara MSG dan gejala-gejala tersebut.

Ini juga berisi tautan ke entri lain - istilah yang lebih klinis, "kompleks gejala MSG."

Peter Sokolowski, editor pada Merriam-Webster, mengkonfirmasi perubahan tersebut.

"Proses ini selalu berlangsung, dan termasuk pengumpulan bukti dan penyusunan revisi untuk ditinjau oleh editor khusus dan senior sebelum ditambahkan ke rilis perubahan yang dijadwalkan," katanya.

Dia tidak mengatakan kapan revisi dilakukan.

Masalah ini mendapat perhatian pada bulan Januari ketika Ajinomoto, produsen lama bumbu MSG Jepang, meminta Merriam-Webster untuk mengubah istilah itu. Perusahaan itu merekrut pemilik restoran, Eddie Huang dan pembawa acara TV "The Real" Jeannie Mai untuk kampanye media sosial.

MSG berasal dari glutamat, asam amino umum atau blok pembangun protein yang ditemukan dalam makanan. Otoritas Obat dan Makanan mengatakan MSG secara umum diakui sebagai tambahan makanan yang aman. Dalam penelitian sebelumnya dengan orang-orang yang diidentifikasi sensitif terhadap MSG, para peneliti menemukan bahwa MSG maupun plasebo tidak menyebabkan reaksi yang konsisten, kata agensi.