Mesin Mobil Loyo Usai Dipakai 5 Tahun, Ini Penyebabnya

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Salah satu petinggi diler mobil di Jakarta pernah mengatakan, bahwa berdasarkan hasil survei yang mereka lakukan, orang Indonesia cenderung mengganti kendaraan mereka tiap 4-5 tahun.

Alasannya bermacam-macam, mulai dari sudah ketinggalan zaman hingga performa yang dianggap tidak lagi tokcer seperti saat masih baru.

Menurunnya kemampuan mesin setelah dipakai lebih dari lima tahun, bukan berita baru. Hal ini terjadi karena beberapa alasan, seperti dilansir VIVA Otomotif dari laman Seva.id, Senin 19 Oktober 2020.

Penyebab utama mengapa mesin terasa tidak bertenaga, yakni karena tidak dilakukan perawatan berkala sesuai jadwal. Bahkan, ada komponen yang seharusnya diganti, tapi karena ingin irit maka hal itu tidak dilakukan.

Baca juga: Dua Mobil Daihatsu Kuasai Pasar Indonesia

Contohnya, busi wajib diganti setelah kendaraan menempuh jarak tertentu. Namun, ada saja yang meminta agar komponen penghasil api itu dibersihkan saja, karena dianggap masih berfungsi baik padahal kemampuannya sudah menurun banyak.

Demikian pula dengan saringan udara, yang fungsinya menahan kotoran agar tidak masuk ke dalam ruang pembakaran. Jika hanya dibersihkan, maka sudah tentu udara yang masuk tidak sebanyak saat masih baru.

Penyebab ketiga adalah mesin pernah mengalami gangguan overheat atau kepanasan. Hal itu membuat komponennya mengalami perubahan bentuk, meski masih bisa dipakai tapi tidak maksimal.

Terakhir, tangki sering diisi dengan bahan bakar yang kualitasnya rendah. Alhasil, hasil pembakaran tidak sempurna dan menghasilkan kerak yang dalam jangka waktu lama mempengaruhi performa.