Mesin Terbakar Usai Ledakan di Pabrik Pupuk Kaltim Kandung Zat Amoniak Berbahaya

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian memastikan terjadinya ledakan di pabrik Kaltim 5 area PT Pupuk Kalimantan Timur, Sabtu (23/7). Meski belum ada laporan korban, namun ledakan itu mengakibatkan mesin terbakar mengandung zat amoniak berbahaya.

Kasus itu dalam penyelidikan Polres Bontang. Meski demikian rencana olah TKP di area pabrik ditunda dengan berbagai pertimbangan.

Pertama, karena situasi dan kondisi yang terbakar mengandung amoniak, itu masuk kategori zat berbahaya. Kedua, karena yang terbakar adalah mesin sehingga suhu udara di area pabrik masih tinggi.

"Hawanya masih panas. Berikutnya yang ketiga karena sekarang sudah malam hari, maka olah TKP dilakukan hari Minggu (24/7) besok. Jadi kita belum tahu penyebabnya apa," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo dikonfirmasi merdeka.com.

Meski dari informasi awal tidak ada korban dari peristiwa itu, namun kepolisian belum bisa benar-benar memastikannya. "Sementara belum bisa laporan. Karena kita memang belum ada yang berani masuk ke sana," ujar Yusuf.

"Karena ya itu tadi pertama amoniak mengandung racun. Kedua, suhu masih tinggi dikhawatirkan nanti memicu adanya ledakan berikutnya malah jadi korban. Jadi sekarang sedang tahap pendinginan dulu," tambah Yusuf.

Masih disampaikan Yusuf, Polda Kaltim belum turun tangan ikut menyelidiki kejadian itu. "Sementara masih Polres Bontang dulu," tutup Yusuf.

Diberitakan sebelumnya, warga yang tinggal di sekitar area PT PKT Bontang mendengar ledakan keras 11.00 WITA. Bahkan video berdurasi 32 detik yang viral menggambarkan situasi pascaledakan mengakibatkan kepulan asap kemerahan dari area pabrik Kaltim 5.

Melalui keterangan tertulis diterima merdeka.com, Senior Vice President Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Kaltim Teguh Ismartono membenarkan kejadian itu. Dia menyatakan tidak ada korban dan meminta tidak mengkhawatirkan adanga gas racun di udara pascakejadian. [bal]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel