Mesir buka perbatasan Gaza bagi warga Palestina di tengah wabah corona

·Bacaan 1 menit

KOTA GAZA , Jalur Gaza (AP) — Mesir pada Senin kembali membuka penyeberangan perbatasannya dengan Jalur Gaza setelah hampir tiga pekan, memungkinkan ratusan warga Palestina yang terlantar akibat pandemi virus corona kembali ke rumah.

Kelompok Hamas yang memerintah Gaza, telah mengoordinasikan waktu pembukaan penyeberangan satu arah Rafah dengan Mesir bertepatan dengan rampungnya 1.000 kamar untuk para pengungsi menjalani karantina wajib.

Kedatangan mereka menggunakan bus, tanpa barang bawaan, di bawah pengawalan polisi ke pusat karantina. Mereka yang sakit akan ditempatkan di rumah sakit dan yang sudah tua di hotel. Pasukan keamanan dan petugas medis menunggu kedatangan tersebut dengan pakaian pelindung lengkap.

Hamas beserta badan pemerintahannya sedang berjuang menahan ancaman COVID-19 setelah menyebar di negara tetangga Israel dan Mesir. Hanya 13 kasus yang didiagnosis di wilayah kantong Palestina, yang diblokir oleh kedua negara menyusul pengambilalihan dengan kekerasan pada 2007. Sembilan orang dinyatakan pulih dari COVID-19. Kasus tersebut ditemukan di kalangan para pelancong yang kembali dari luar negeri melalui Israel dan Mesir pada Maret.

Namun para ahli mengatakan jumlah tersebut bisa sedikit karena kapasitas pengujian yang terbatas.

Sistem kesehatan Gaza hancur akibat blokade, perpecahan politik Palestina serta konflik dengan Israel. Organisasi internasional memperingatkan bahwa wabah akan menjadi bencana dahsyat di antara 2 juta orang yang terkurung di kantong tersebut, di mana tingkat kemiskinan dan pengangguran melonjak lebih dari 50 persen.

Penyeberangan Rafah akan tetap dibuka selama empat hari guna memungkinkan kepulangan sekitar 2.000 warga Palestina dari Mesir.

Di Tepi Barat terdapat 260 infeksi dan dua kematian, sementara di Israel telah tercatat 11.000 kasus COVID-19 dengan 115 kematian.