Mesir Fasilitasi Upaya Mediasi untuk Akhiri Serangan Israel di Gaza

Merdeka.com - Merdeka.com - Mesir menjadi fasilitator untuk mengakhiri serangan terbaru Israel di Jalur Gaza. Israel menyerang Jalur Gaza sejak Jumat malam, menewaskan 24 warga Palestina.

Presiden Mesir, Abdul Fatah al-Sisi menyampaikan Kairo terus melakukan pembicaraan terus menerus dengan kedua belah pihak (Israel dan Palestina) untuk menghentikan kekerasan.

Dua sumber keamanan Mesir mengungkapkan kepada Reuters, delegasi intelijen Mesir dipimpin Mayjen Ahmed Abdelkhaliq tiba di Israel pada Sabtu dan selanjutnya menuju Gaza untuk perundingan mediasi. Sumber ini mengatakan, delegasi tersebut berharap bisa mendorong gencatan senjata dalam sehingga perundingan bisa terlaksana.

"Upaya intensif telah dilakukan malam ini dan gerakan (Jihad Islam) mendengar para mediator, tapi upaya-upaya ini belum mencapai sebuah kesepakatan," kata seorang petinggi Jihad Islam kepada Reuters pada Sabtu malam.

Israel menyerang Gaza menargetkan komandan Jihad Islam, yang disebut berada di balik sejumlah serangan di Israel.

Israel menghentikan distribusi bahan bakar ke Gaza sesaat sebelum melancarkan serangan udaranya pada Jumat, melumpuhkan pembangkit listrik di wilayah tersebut. Otoritas Gaza terpaksa mengurangi penggunaan listrik hanya empat jam dalam sehari yang membuat khawatir para pejabat kesehatan karena sangat berdampak pada operasional rumah sakit di Gaza.

"(Israel) menyerang warga sipil, mereka menyerang gedung-gedung, daerah permukiman. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi dalam beberapa jam mendatang," jelas Dr Medhat Abbas dari Kementerian Kesehatan Gaza, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (7/8).

"Ini permohonan untuk mengulurkan bantuan kepada kementerian kesehatan di Jalur Gaza sekarang. Ada kelangkaan listrik. Telah diumumkan hanya akan ada empat jam (listrik) per hari. Ini artinya kami akan bergantung pada generator rumah sakit. Generator membutuhkan setengah juta liter (bahan bakar) setiap bulan. Kami tidak punya bahan bakar saat ini." [pan]