Meski Ada Aplikasi Pengaduan, Kapolri: WA Saya Langsung Masih Dilayani

·Bacaan 1 menit

VIVAKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan peluncuran 15 aplikasi layanan publik berbasis teknologi informasi untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan polisi seperti semudah memesan makanan Pizza. Salah satunya aplikasi Dumas Polri, yaitu aplikasi pengaduan masyarakat mengenai kinerja jajaran Polri.

Dalam paparannya, Jenderal Sigit mengungkap ada 8.000 lebih pengaduan masyarakat melalui aplikasi Dumas Polri.

"Pada saat ini kita telah me-launching aplikasi Dumas Presisi di mana saat ini ada 8.646 laporan pengaduan. Yang kedua, kita telah me-launching program Propram Presisi, ini juga sudah di-download oleh masyarakat, namun jumlahnya masih 5.060," kata Jenderal Sigit dalam rapat Komisi III DPR di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta yang disiarkan secara live di YouTube DPR RI, Rabu, 16 Juni 2021.

Jenderal Sigit mengajak masyarakat untuk mengunduh aplikasi Dumas Polri dan Propram Presisi. Dua aplikasi itu bisa digunakan masyarakat untuk mengadukan penyimpangan anggota Polri.

"Mungkin dalam kesempatan ini kami imbauan untuk seluruh rekan-rekan, bisa membantu menyosialisasikan sehingga 2 program Presisi, ini yaitu program Dumas dan Propam, silakan masyarakat untuk men-download sehingga terkait kegiatan anggota kami, pelayanan anggota kami yang mungkin belum sesuai bisa dilaporkan melalui aplikasi ini, aplikasi ini akan tindak lanjuti," ujarnya.

Meski demikian, Kapolri Jenderal Sigit akan tetap melayani aduan masyarakat yang langsung menghubunginya melalui WhatsApp (WA). Hal ini mendapatkan apresiasi dari anggota Komisi III.

"Namun demikian, sudah ada aplikasi ini, kalau ada WA langsung ke Kapolri, masih kami layani," kata Sigit disambut tepuk tangan anggota Komisi III.

Baca juga: Kapolri Beberkan 15 Aplikasi Semudah Pesan Pizza

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel