Meski Ada COVID-19, Agincourt Pede Naikkan Volume Penjualan Emas

Dusep Malik
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sepanjang kuartal I-2021 PT Agincourt Resources telah mencatat volume penjualan emas sebesar 95.300 ounces setara emas (GEOs). Capaian itu meningkat jika dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang hanya sebesar 94.800 GEOs.

Wakil Presiden Direktur Agincourt Resources, Hendra Hutahaean, mengatakan pada Januari 2021 penjualan emas tercatat sebagai rekor tertinggi yakni sebesar 35 ribu GEOs. Sementara Februari dan Maret tercatat 31 ribu dan 29 ribu GEOs.

Untuk itu, Hendra mengaku optimis terhadap masa depan Tambang Emas Martabe. Apalagi dalam situasi pandemi COVID-19 pada 2020, Tambang Emas Martabe masih bisa memproduksi dan menjual sekitar 320 ribu ounces emas.

"Tahun ini kami coba naikkan sekitar 10 persen dari tahun lalu, dengan harapan kondisi pandemi sudah bisa disikapi,” ujar Hendra kepada media, dikutip VIVA, Minggu 2 Mei 2021.

Perlu diketahui, produksi emas Agincourt berasal dari tiga pit eksisting, yakni Purnama, Ramba Joring dan Barani di Tambang Emas Martabe, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Selain itu, Agincourt juga memiliki tiga deposit lain, yakni Uluala Hulu, Tor Uluala dan Horas. Umur tambang tersebut dapat mencapai 15-16 tahun.

Adapun, hingga kuartal I 2021, Agincourt tercatat membukukan pendapatan Rp2,2 triliun atau naik 15 persen dibanding periode yang sama 2020.

Pada tahun lalu, cucu usaha PT United Tractors Tbk (UNTR) itu membukukan US$481,42 juta. Pengelola tambang emas di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara itu juga mencatat laba bersih pada 2020 sebesar US$187,25 juta.