Meski COVID-19, Ekspor Perikanan RI Tumbuh 7 Persen pada 2020

Dusep Malik, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan, sektor usaha perikanan dan kelautan masih dapat tumbuh dan tetap menjadi salah satu penopang perekonomian Indonesia pada 2020.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto, mengatakan, sepanjang tahun itu, ekspor produk perikanan mampu tumbuh dari 7 persen secara tahunan atau dibandingkan dengan 2019.

Selain itu, dia melanjutkan, mampu menekan impor produk sektor ini sebesar lebih dari 12 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya, sehingga neraca produk perikanan naik lebih dari 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Menunjukkan kekuatan pada sektor kelautan perikanan Indonesia dalam mendongkrak perekonomian nasional di masa sulit akibat dari pandemi COVID-19 yang melanda pada 2020 kemarin," ucap Yugi melalui keterangan tertulis, Kamis, 14 Januari 2021.

Menurut Yugi, dengan telah ditemukannya vaksin COVID-19 dan mulai didistribusikan di Indonesia membawa angin segar bagi pemulihan perekonomian dan iklim dunia usaha, tanpa terkecuali bagi sektor perikanan dan kelautan.

“Tentunya itu membawa harapan bagi kami, para pelaku usaha. Sekaranglah momen terbaik untuk memacu produk dari sektor perikanan, tidak hanya untuk optimalisasi pasar domestik tapi juga pasar internasional yang lebih luas,” kata dia.

Kondisi itu, ditegaskan Yugi, juga terpengaruh dengan peningkatan penggunaan teknologi yang semakin mendekatkan rantai suplai produk perikanan kepada pasar. Sehingga permintaan produk siap olah seperti produk dalam kemasan dan ikan beku meningkat.

"Beberapa hal yang menjadi perhatian adalah negara-negara tujuan ekspor produk perikanan Indonesia mengetatkan persyaratan keamanan pangan yang akan masuk, beberapa di antaranya adalah penerapan prinsip keberlanjutan dan ketertelusuran,” tuturnya.

Dia mengatakan, Indonesia juga saat ini perlu fokus terhadap upaya-upaya peningkatan produksi terutama pada sektor perikanan ini. Setidaknya ada tiga yang menjadi fokus utama yaitu perikanan tangkap, budidaya dan hasil olahan.

Menurut Yugi, untuk tiga fokus utama itu dibutuhkan inovasi teknologi dan strategi pemasaran yang baik dalam pengelolaan hasil produksi sektor perikanan, sehingga komoditas utama seperti udang dan tuna-cakalang sebagai produk unggulan dan rajungan-kepiting, cumi-sotong-gurita dan rumput laut mampu digenjot.

“Harapannya di tahun 2021 ini pemerintah agar dapat ikut meningkatkan promosi ekspor produk perikanan Indonesia terutama pada lima komoditas ini dengan memperhatikan tiga fokus utama yang dijadikan dasar pengembangan produk perikanan ini,” tegas dia.