Meski Ingin Kurus, Jangan Katakan 5 Hal Ini pada Penderita Gangguan Makan

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Seperti kebanyakan masalah kesehatan lainnya, mereka yang mengalami gangguan makan bukanlah sesuatu yang diharapkan. Menurut National Alliance on Mental Illness, gangguan makan menjadi kondisi terkait masalah fisik dan emosional yang serius.

Gangguan makan ini terjadi secara berbeda pada setiap orang. Hal ini menyebabkan seseorang bisa kekurangan nutrisi dan bisa terlihat sangat kurus meski ia banyak mengonsumsi makanan.

Namun tidak banyak masyarakat umum yang memahami kondisi ini. Sehingga mereka yang memiliki gangguan makan adalah anugerah untuk bisa mendapatkan bentuk tubuh yang langsing.

Maka dari itu, meski kamu sendiri ingin terlihat kurus, sebaiknya tidak mengatakan hal berikut ini kepada mereka yang mengalami gangguan makan, dilansir dari Purewow.

1. Wah! Kamu terlihat hebat

Kebanyakan orang yang berjuang dengan gangguan makan tidak tampak sekurus yang dibayangkan. Kamu tidak akan pernah tahu bagaimana perjuangannya menghadapi gangguan makan tersebut. Terlebih jika penderita gangguan makan memiliki target berat badan tertentu. Dengan adanya orang lain yang mengatakan dirinya hebat bisa menjadi sebuah penghinaan.

2. Tanya soal berat badan

Ilustrasi Timbangan Berat Badan Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Timbangan Berat Badan Credit: pexels.com/pixabay

Gangguan makan dapat menyebabkan penurunan berat badan, tapi juga sekaligus bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Memikirkan angka berat badan menjadi hal sulit bagi penderita gangguan mereka. Mereka tidak bisa menggapai berat badan impian mereka karena memiliki gangguan makan yang berujung dengan penambahan stres.

3. Lelucon tidak penting

Seberapa besar usahamu menurunkan berat badan, mungkin belum berhasil. Tapi jangan sesekali menjadikan penyakit gangguan makan atau anoreksia sebagai bahan lelucon. Kamu tidak akan pernah tahu betapa menderitanya memiliki gangguan makan hingga kamu bisa merasakannya sendiri.

4. "Saya tahu yang kamu alami"

Jangan pernah katakan hal ini kepada penderita gangguan makan jika kamu belum benar-benar merasakannya. Meskipun kamu pernah mengalami stres akibat berat badan, penderita gangguan makan justru bisa berada dalam tahap depresi. Khawatir tidak sama dengan kecemasan. Khawatir pada lemak hingga terobsesi dengan diet tidak sama dengan kelainan makan.

5. Jangan berkaca pada stereotipe

Ada stereotipe bahwa gangguan makan hanya memengaruhi perempuan muda bertubuh kurus. Pada kenyataanya, 40% penderita gangguan makan adalah laki-laki. Gangguan tersebut memengaruhi orang dari semua ras, etnis, status sosial ekonomi, ukuran tubuh, jenis kelamin, orientasi sosial tanpa terkecuali.

Simak video berikut ini

#Elevate Women