Meski kalah, Tsitsipas akui tidak ada penyesalan dan air mata

·Bacaan 2 menit

Stefanos Tsitsipas mengaku tidak menyesal dan tidak menangis setelah melihat Novak Djokovic membalikkan defisit dua set untuk memenangkan French Open pada Minggu (13/6) di Roland Garros, Paris, Prancis.

Kemenangan Djokovic dalam ajang tersebut, dengan skor 6-7 (6/8), 2-6, 6-3, 6-2, 6-4, memberikannya gelar Grand Slam ke-19.

Djokovic kini hanya butuh satu gelar lagi untuk menyamai rekor sepanjang masa, 20 gelar Grand Slam, yang dipegang oleh Roger Federer dan Rafael Nadal.

Sementara Tsitsipas, yang masih berusia 22 tahun, dinilai masih memiliki banyak waktu dan kesempatan untuk menyabet gelar Grand Slam pertamanya. Secara luas, ia juga dipandang sebagai pewaris alami dari ‘Tiga Besar' jagoan tenis tersebut, yang semuanya sudah berusia tiga puluhan.

"Saya tidak punya alasan untuk menyesal. Saya bisa saja dengan mudah menangis, tetapi saya juga tidak punya alasan untuk menangis karena saya sudah mencoba segalanya. Saya tidak bisa menemukan alasan yang lebih baik," kata Tsitsipas dikutip dari AFP, Senin.

Bermain di laga final Grand Slam pertamanya, Tsitsipas menyadari itu memang sudah waktunya. Tapi dari situ ia juga mendapat pelajaran dan pengalaman dari pemain-pemain hebat, seperti Djokovic, yang kemudian dapat ia jadikan sebagai inspirasi.

"Apa yang saya pelajari hari ini adalah bahwa apa pun yang terjadi, agar pertandingan lebih cepat selesai, Anda harus memenangkan tiga set, bukan dua," ujar Tsitsipas.

"Dua set itu tidak berarti apa-apa. Masih butuh satu pertandingan lagi untuk memenangkan seluruh pertandingan,” tambahnya.

Tsitsipas, sebelum berusia 21 tahun, telah mengalahkan Djokovic, Nadal dan Federer.

Pada musim lapangan tanah liat ini, ia merebut gelar Masters perdananya di Monte Carlo, memiliki poin pertandingan untuk mengalahkan Nadal di Barcelona sebelum memenangkan gelar ketujuh dalam kariernya di Lyon jelang Roland Garros.

"Saya yakin, ya, saya bisa bermain untuk merebut gelar seperti ini lagi (Grand Slam). Meski hari ini kalah, saya yakin dengan permainan saya," ungkap Tsitsipas.

“Saya sangat percaya saya bisa mencapai titik itu segera. Saya hampir saja menang hari ini. Setiap lawan memang sulit. Ada perbedaan kecil antara pemain yang saya hadapi hari ini dan sebelum-sebelumnya.

"Tapi saya pikir dengan sikap yang sama, saya tidak melihat alasan bagi saya untuk tidak memegang trofi itu suatu hari nanti,” pungkasnya.


Baca juga: Tsitsipas berharap lain kali tak lagi berpredikat nyaris juara
Baca juga: Djokovic serahkan raket kemenangan kepada bocah 'pemberi taktik'
Baca juga: Tsitsipas dapat kabar duka beberapa menit sebelum final French Open

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel