Meski Mobilitas Tinggi, Ganjil Genap Tetap Diberlakukan di 13 Ruas Jalan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tak menambah ruas jalan ganjil genap meski, mobilitas masyarakat di DKI Jakarta mengalami peningkatan. Saat ini ada 13 ruas jalan yang berlakukan ganjil genap.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogi menerangkan, merujuk pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap sebetulnya ruas jalan ganjil genap ada 25 kawasan.

Namun, berdasarkan rapat bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta pada sore tadi. Diputuskan, ruas jalan ganjil genap tetap 13 kawasan.

"Jadi kami sudah putuskan untuk sementara ini ganjil genap masih belum kita tambah masih 13 kawasan," ujar dia di Polda Metro Jaya, Jumat (12/11/2021).

Sambodo menerangkan, pihaknya akan menelaah terlebih dahulu terkait 12 kawasan lain. Kemungkinan, ganjil genap akan diberlakukan di ruas jalan yang telah terpasang kamera ETLE.

"Nanti kalau ada penambahan kawasan kita akan tambah di kawasan yang ada kamera ETLE Tapi sementara ini tetap 13 kawasan itu belum ada penambahan," ujar dia.

Mobilitas Sudah Tinggi

Lebih lanjut Sambodo menyatakan, ia mau intensifkan dahulu kebijakan ganjil genap di 13 kawasan. Di samping itu, ia juga mengkaji transportasi umum di sekitar wilayah tersebut.

"Karena ketika ganjil genap diterapkan ketat maka akan terjadi shifting perpindahan dari penggunaan kendaraan pribadi ke pengguna kendaraan umum Shifting perpindahan itu apa terakomodir dengan publik transportasi yang ada. Apabila terakomodir akan kami tambah dan kalau belum tetap di 13 kawasan itu," papar dia.

Tak dipungkiri, mobilitas masyarakat di DKI Jakarta sudah terbilang tinggi. Secara persantase kenaikan sekitar 30 persen. "Bahkan ada 40 sampai 50 persen di beberapa lokasi," ujar dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel