Meski Mudik Lebaran Dilarang, Konsumsi Tetap Meningkat

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku optimistis, konsumsi rumah tangga di kuartal II-2021 akan meningkat signifikan. Meskkipun pemerintah melakukan pelarang mudik Lebaran tahun ini.

"Meskipun ada larangan mudik, tapi aktivitas konsumsi di Lebaran masih akan meningkat," ujar Sri Mulyani saat konferensi pers APBN Kita, Kamis (22/4/2021).

Kendati begitu, dirinya tak merinci angka perkiraan konsumsi rumah tangga di kuartal II tahun ini. Adapun di kuartal II 2020, laju konsumsi rumah tangga minus 5,51 persen (yoy).

Bendahara Negara itu melanjutkan, berbagai indikator ekonomi sudah menunjukkan adanya pemulihan dari sisi konsumsi sejak awal Maret 2021. Indeks penjualan ritel misalnya, naik menjadi 182,3 poin dari sebelumnya 179 poin.

Selain itu, aktivitas konsumsi di sektor makanan minuman, informasi dan transportasi, pakaian, serta perlengkapan rumah tangga juga mulai menunjukkan kenaikan.

Kuartal II 2021

Pengendara sepeda motor terjebak kemacetan di jalan Lamaran, Karawang, Sabtu (2/7). Kemacetan tersebut terjadi akibat pemisahan jalur antara roda dua dengan roda empat untuk mengantisipasi jalur mudik Pantura. (Liputan6.com/Gempur M Surya)
Pengendara sepeda motor terjebak kemacetan di jalan Lamaran, Karawang, Sabtu (2/7). Kemacetan tersebut terjadi akibat pemisahan jalur antara roda dua dengan roda empat untuk mengantisipasi jalur mudik Pantura. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Di samping itu adanya kepercayaan masyarakat untuk melakukan konsumsi, ditambah dengan adanya momentum Ramadhan dan Idul Fitri, serta dukungan APBN dalam bentuk insentif dan stimulus, akan mendongkrak konsumsi di kuartal II 2021.

"Keempat faktor tersebut akan mendorong konsumsi di kuartal II akan mengalami akselerasi yang positif dan signifikan. Tentu dengan catatan selama Covid-19 tetap terjaga," jelasnya.

Dwi Aditya Putra

Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: