Meski Nampak Sehat, Paru-paru Orang Tanpa Gejala Rusak oleh COVID-19

Sumiyati, Sumiyati

VIVA – Virus corona atau COVID-19 bermanifestasi berbeda pada berbagai pasien. Beberapa mungkin hanya menderita penyakit ringan. Yang lain lebih buruk, karena mereka berjuang dengan penyakit yang lebih parah. 

Menariknya, ada orang yang tidak mengalami gejala apapun meski sudah terinfeksi virus ini, orang-orang ini disebut sebagai orang tanpa gejala (OTG). Namun, ini tidak berarti mereka terhindar dari risiko virus. 

Seorang pemeriksa medis telah mengungkapkan bahwa bahkan pasien tanpa gejala atau orang yang tidak menunjukkan gejala COVID-19 (OTG), walaupun mereka sudah memiliki virus, mengalami beberapa efek negatif. 

Pemeriksa medis Pinellas dan Pasco County, Dr. Jon Thogmartin baru-baru ini mengungkapkan, betapa buruknya virus corona merusak paru-paru pasien yang menderita bentuk parah dari penyakit ini, demikian menurut laporan Fox6Now.com

"Astaga, aku benar-benar tidak tahu bagaimana mengatakannya supaya tidak menjadi mengerikan, itu (COVID-19) akan menghancurkan paru-paru. Biarkan saya katakan. Ketika orang tersebut meninggal, Anda dapat menemukan paru-paru yang tidak terlihat dan terasa seperti bukan paru-paru lagi," kata Thogmartin, menggambarkan paru-paru yang dilihatnya selama pemeriksaan post-mortem pada orang yang telah terinfeksi virus, dikutip Medical Daily, Rabu 1 Juli 2020. 

Para ilmuwan di Scripps Research Institute membuat penemuan mengejutkan bahwa orang-orang yang tidak menunjukkan gejala juga mengalami sejenis kerusakan paru-paru. Mereka mengetahui hal ini setelah memeriksa CT scan pasien COVID-19 tanpa gejala dari kapal pesiar. Mereka memerhatikan, orang-orang tersebut mengalami kerusakan paru-paru meski statusnya OTG. 

Awal tahun ini, Johns Hopkins Medicine membahas dampak virus corona terhadap paru-paru. Menurut para ahli di Johns Hopkins Bayview Medical Center, virus corona dapat menyebabkan pneumonia dan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS) pada sebagian besar kasus yang parah. 

Pasien akan mengalami kesulitan bernapas karena paru-paru mereka dipenuhi dengan cairan dan meradang. Kantung udara akan kesulitan mengambil oksigen dan ini akan menyebabkan sesak napas serta batuk. Ketika pasien mengembangkan ARDS, mereka tidak akan bisa bernapas tanpa alat bantuan. 

Oleh karena itu, mereka membutuhkan ventilator. ARDS bisa berakibat fatal, tetapi pasien yang sembuh dari penyakit tersebut juga bisa pulih dari COVID-19.