Meski PSBB, Puncak Arus Mudik 2020 Diprediksi Terjadi Pada 21 Mei

Liputan6.com, Jakarta - Meskipun ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik, PT Jasa Marga (Persero) Tbk memproyeksikan puncak arus mudik lebaran 2020 akan terjadi pada 21 Mei.

Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga, Fitri Wiyanti, mengatakan puncak arus mudik terjadi H-3 lebaran. Lebaran Idul Fitri jatuh pada 24-25 Mei 2020.

"Puncak arus mudik terjadi pada tanggal 21 Mei 2020 walaupun mudik dilarang," urainya melalui konferensi pers virtual, Selasa (12/5/2020).

Sementara itu, puncak arus balik diproyeksikan terjadi pada 25 Mei 2020 atau H+2 lebaran.

Secara umum, berdasarkan monitoring volume lalu lintas selama pandemi COVID-19 dan prediksi volume lalu lintas Idul Fitri 1441 H, untuk Arus mudik turun 62,5 persen dan Arus Balik turun 58,7 persen terhadap volume lalu lintas COVID-19 dan berdasarkan larangan pemerintah terkait mudik lebaran yang berlaku pada 24 April 2020.

"Penurunan volume lalu lintas Arus Mudik sebesar 62,5 persen dan Arus Balik turun 58,7 persen terhadap kondisi volume lalu lintas COVID-19 dan penerapan PSBB DKI Jakarta pada 13 April 2020," papar Fitri.

 

Layanan Khusus

Penampakan Pemudik memadati Gerbang Tol Palimanan Cipali pada H-6 arus mudik 2019 menggunakan sistem one way. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Untuk menyikapi kesiapan arus mudik 2020 ini, Jasa Marga telah menyiapkan beberapa pelayanan khusus bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.

Salah satunya dengan menyiapkan pelayanan protokol pencegahan COVID-19 sesuai dengan SE MenPUPR No7/SE/M/2020 di tempat istirahat dan pelayanan, serta transaksi di Gerbang Tol.