Meski Sudah Vaksin, Pegawai Kemenkeu Diingatkan Jangan Coba-coba Mudik Lebaran

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kembali mengingatkan seluruh pegawai Kementerian Keuangan mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak mudik Lebaran di tahun ini.

Larangan mudik Lebaran dilakukan demi menjaga keselamatan keluarga dan masyarakat sekitar dari penyebaran Covid-19.

Dia mengatakan, meski tidak bisa mudik tahun ini, bukan berarti tidak bisa menjalin silaturahmi. Karena silaturahmi bisa terjaga, meskipun tidak mampu berkumpul secara fisik.

“Saya berharap untuk seluruh jajaran di lingkungan Kementerian Keuangan untuk turut mematuhi aturan tidak hanya mengenai masalah mudik, namun juga di dalam menjaga disiplin kesehatan. Meskipun sebagian dari Anda semuanya telah mendapatkan vaksin, ini tidak berarti bahwa kita boleh terlena," ujar dia, ditulis Jumat (30/4/2021).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh kepala daerah dapat mengendalikan pergerakan mudik Lebaran yang akan terjadi menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri. Jokowi melihat masih banyak masyarakat yang berniat akan melakukan mudik.

"Jadi sekali lagi hati-hati dengan mudik Lebaran hati-hati. Cek, kendalikan yang mudik, itu sangat penting sekali," kata Jokowi saat memberikan arahan kepada Kepala Seluruh Kepala Daerah di akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/4).

Sebelum pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan mudik sempat dilakukan survei yang menunjukkan 89 juta atau kurang lebih 11 persen dari penduduk Indonesia ingin melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman.

Namun usai pemerintah menyosialisasikan larangan mudik, angka tersebut turun 7 persen. Tetapi 18,9 juta orang, menyatakan masih ingin mudik.

"Oleh sebab itu harus disampaikan terus larangan mudik ini agar bisa berkurang lagi. Yang paling penting kita menekankan sekali lagi disiplin yang ketat terhadap protokol kesehatan, kuncinya ada di situ," ungkapnya.

Protokol Kesehatan

Ilustrasi mudik 2021 (Liputan6.com / Abdillah)
Ilustrasi mudik 2021 (Liputan6.com / Abdillah)

Kunci menekan kasus positif dengan melakukan pengetatan dan disiplin protokol kesehatan pada masyarakat.

Jokowi mengaku masih khawatir terkait adanya lonjakan kasus saat mudik Idul Fitri. Tetapi dia pun yakin seluruh pemerintah daerah bisa mengendalikan dengan cara disiplin protokol kesehatan.

"Saya betul betul masih khawatir mengenai kenaikan (kasus Covid) saat mudik Idul Fitri, tetapi saya menyakini bila pemerintah daerah dibantu forkompinda semuanya segera mengatur mengendalikan mulai disiplin protokol kesehatan. Saya yakin kenaikan tidak seperti tahun lalu 93 persen," ungkapnya.

Teporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Ini