Meski Tak Punya Hubungan Diplomatik, Ternyata Indonesia Rajin Ekspor ke Israel

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia diketahui menjalin hubungan dagang yang baik dengan Palestina. Di sisi lain, perdagangan Indonesia dengan Israel ternyata terus berlanjut meski tidak ada hubungan diplomatik resmi.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, hingga Maret 2021, total nilai perdagangan Indonesia-Israel mencapai USD 50,6 juta.

"Total ekspor USD 47,5 juta, meski Indonesia tidak memiliki hubungan resmi, faktanya secara perdagangan ekspor ke Israel bahkan lebih besar Iran, yaitu USD 26,9 juta dan ke Kuba yaitu USD 3,7 juta," ujar Bhima saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (21/5/2021).

Adapun, konflik Israel dengan Palestina sudah memasuki fase gencatan senjata antara militer Israel dengan Hamas di jalur Gaza.

Bhima menilai, agar konflik Israel dan Palestina tidak kembali memanas setelah gencatan senjata, maka Indonesia harus bersikap tegas dengan memutuskan hubungan perdagangan dengan Israel dan mencari pasar ekspor lain yang potensial.

Misalnya saja seperti Arab Saudi, Lebanon, Mesin hingga Jordan. Negara-negara ini sumbangan perdagangannya mencapai USD 2 miliar. Komoditasnya beragam, mulai dari lemak nabati, alas kaki, kakao, pakaian jadi hingga kimia organik.

"Israel cuma 2,5 persen dibanding 4 negara itu dalam hal perdagangan dengan Indonesia," katanya.

Indonesia Akan Seret Israel ke Dewan HAM PBB

Unit artileri Israel menembakkan peluru ke arah sasaran di Jalur Gaza di perbatasan Gaza-Israel, Rabu (19/5/2021). Jumlah penduduk Jalur Gaza yang tewas akibat serangan Israel sampai saat ini mencapai 228 orang. (AP Photo/Tsafrir Abayov)
Unit artileri Israel menembakkan peluru ke arah sasaran di Jalur Gaza di perbatasan Gaza-Israel, Rabu (19/5/2021). Jumlah penduduk Jalur Gaza yang tewas akibat serangan Israel sampai saat ini mencapai 228 orang. (AP Photo/Tsafrir Abayov)

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan para diplomat dunia sedang berada di Markas Besar PBB, New York. Mereka menghadiri Sidang Umum PBB yang khusus membahas krisis Palestina dan Israel.

Terkait hal ini, Indonesia menekan Dewan HAM PBB untuk menggelar sesi khusus untuk membahas isu Palestina.

"Di Dewan HAM, Indonesia sebagai salah satu anggota Dewan HAM saat ini mendorong dilakukannya special session on Palestine di Dewan HAM," ujar Menlu Retno dari New York, Kamis (20/5) waktu setempat.

Sesi itu akan digelar pada 27 Mei mendatang.

Menlu Retno menegaskan bahwa apa yang dilakukan Israel adalah penjajahan. Apa yang dilakukan Israel dianggap sebagai pelanggaran berat hukum internasional, dan dunia internasional berutang kepada Palestina untuk memberikan kemerdekaan.

"Masyarakat internasional berhutang kepada bangsa Palestina, yaitu sebuah kemerdekaan bangsa Palestina yang terus tertunda untuk hidup berdampingan dan setara pada kita semua," ujar Menlu Retno.

"Pendudukan dan agresi Israel yang terus berlangsung tidak hanya patut dikecam, tapi juga bentuk pelanggaran berat hukum internasional yang memerlukan respons bersama."

Keadilan untuk Palestina

Peserta kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengibarkan bendera Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Kamis (20/5/2021). Aksi tersebut dalam rangka berempati kepada bangsa Palestina untuk mendapatkan kemerdekaannya dari serangan Israel. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Peserta kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengibarkan bendera Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Kamis (20/5/2021). Aksi tersebut dalam rangka berempati kepada bangsa Palestina untuk mendapatkan kemerdekaannya dari serangan Israel. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Indonesia menyerukan agar masyarakat internasional memastikan Palestina mendapatkan keadilan, dalam konflik yang mereka hadapi dengan Israel.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, dalam pertemuan Majelis Umum PBB ke-67 di New York, Amerika Serikat pada Kamis (20/5/2021).

Pertemuan Majelis Umum PBB kali ini membahas tentang situasi di Timur Tengah, termasuk Palestina.

"Hari ini, kita bertemu untuk satu tujuan, yaitu untuk memastikan agar bangsa Palestina mendapatkan keadilan," kata Menlu Retno.

"Pertemuan ini akan menjadi ujian bagi multilateralisme," ujarnya.

Menlu Retno kemudian menuturkan, "Kita harus terus berkomitmen dan bersatu dalam upaya melawan seluruh aksi illegal yang dilakukan oleh Israel, dalam menghentikan pendudukan di Palestina".

"Kita harus bertindak sekarang, secara bersama. PBB harus bertindak sekarang juga," pungkasnya.

Diketahui bahwa ratusan warga Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan, serta ribuan orang lainnya terluka akibat serangan udara Israel di Gaza sejak 10 Mei lalu. Sementara di Israel, 12 orang tewas akibat serangan roket dari Jalur Gaza, demikian menurut laporan Anadolu Agency.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel