Meski Telah Divaksinasi, Kamu Tetap Bisa Kena Covid-19 di Ruang Terbuka Karena Ini

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 membuat banyak orang memindahkan kegiatan mereka ke ruang terbuka. Hal ini dikarenakan, virus Corona yang menyebar lewat udara amat mudah menginfeksi seseorang bila berada di ruangan yang sama dengan orang lain yang positif Covid.

Sayangnya, mutasi Covid-19 telah mempersulit pengurangan risiko penularan. Para ahli kini telah memperingatkan sifat yang sangat menular dari varian Delta.

Malahan, diketahui bahwa Anda tetap bisa tertular Covid-19 varian Delta meski telah mendapat vaksinasi Covid saat berada di ruang terbuka.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Peluang tertular Covid di luar ruangan

Ilustrasi Mengatasi Psikosomatik Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Mengatasi Psikosomatik Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Menurut para ahli, aktivitas bergerak di ruang terbuka dapat mengurangi risiko, tetapi itu bukan cara yang sangat mudah untuk mencegah infeksi.

"Sederhananya, ketika berada di ruang terbuka, ada ada lebih banyak udara untuk membaurkan virus dan mengurangi konsentrasinya," kata Lisa M. Lee, PhD, wakil presiden asosiasi untuk penelitian dan inovasi serta profesor penelitian ilmu kesehatan populasi di Virginia Polytechnic Institute and State University kepada Men's Health.

"Namun, jika Anda bertatap muka dengan seseorang, mengirup napas yang mereka hembuskan—bahkan jika Anda berada di ruang terbuka—risiko Anda lebih besar."

Tergantung bagaimana Anda bernapas di ruang terbuka

Ilustrasi Ekspresi Bahagia Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Ekspresi Bahagia Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Lee menunjukkan bahwa tergantung pada aktivitasnya, peluang Anda tertular virus dapat sangat bervariasi — terutama tergantung pada bagaimana Anda bernapas.

"Jika Anda berdiri di sekitar lapangan sepak bola yang terbuka lebar atau berjalan ke arah yang sama dengan orang lain, risikonya jauh lebih rendah," katanya. "[Tapi] ingat bahwa ketika berolahraga, kita bernapas lebih berat, menghembuskan lebih banyak udara dengan lebih banyak kekuatan, yang berarti lebih banyak virus di udara jika Anda atau pasangan latihan Anda terinfeksi."

Pentingnya menjaga jarak dan memakai masker di ruang terbuka

ilustrasi bahagia mencintai diri sendiri/Photo by Đàm Tướng Quân from Pexels
ilustrasi bahagia mencintai diri sendiri/Photo by Đàm Tướng Quân from Pexels

Akibatnya, beberapa ahli mengatakan sebaiknya kembali ke tindakan pencegahan kesehatan pandemi yang sudah dikenal karena ini mungkin merupakan ide yang baik dalam situasi tertentu.

"Mengingat kasus-kasus penularan di luar ruangan yang telah terjadi, akan lebih bijaksana juga untuk mempraktikkan menjaga jarak di ruangan terbuka serta tetap mengenakan masker jika tidak dapat menjaga jarak," kata Beth K. Thielen, MD, PhD, asisten profesor pediatri di divisi penyakit menular pediatrik di University of Minnesota, mengatakan kepada Men's Health.

Perlindungan dari vaksinasi

Ilustrasi vaksinasi COVID-19 (Gambar oleh Spencer Davis dari Pixabay)
Ilustrasi vaksinasi COVID-19 (Gambar oleh Spencer Davis dari Pixabay)

Di sisi lain, para ahli berpendapat bahwa divaksinasi tetap merupakan cara terbaik untuk melindungi diri Anda dari varian Delta.

"Ini adalah tindakan pencegahan paling penting yang dapat Anda ambil untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar Anda, karena orang yang divaksinasi memiliki kemungkinan 25 kali lebih kecil untuk sakit jika mereka terkena varian Delta, selain juga lebih kecil kemungkinannya untuk terinfeksi sama sekali," Lee mengatakan kepada Men's Health.

"Jika Anda tinggal di daerah dengan tingkat kasus COVID-19 yang tinggi, lapisi perlindungan diri Anda dengan divaksinasi, memakai masker, dan menjaga jarak fisik saat Anda berinteraksi dengan orang lain yang status vaksinasinya tidak diketahui," tutup Lee.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel