Meski Turun Level PPKM, Puan Ingin Masyarakat Tetap Waspada

·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta masyarakat, untuk tidak mengendorkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Meskipun, pemerintah telah menurunkan level PPKM di sejumlah daerah.

Menurut Puan, banyaknya daerah yang turun dari PPKM level 4 menjadi PPKM level 3 akan memperbaiki perekonomian yang sempat lesu akibat pembatasan mobilitas ketat.

"Ini merupakan momentum baik yang harus direspons dengan hati-hati," kata Puan kepada wartawan, Selasa, 24 Agustus 2021

Politikus PDI Perjuangan ini menambahkan, penurunan level PPKM di banyak daerah akan memicu mobilitas masyarakat karena dengan PPKM level 3 dan level 2, ada sejumlah relaksasi dari pembatasan-pembatasan kegiatan.

Antara lain relaksasi aktivitas perdagangan, operasional 100 persen industri berorientasi ekspor dan penunjangnya atau non-esensial, hingga dibukanya kembali mal meskipun dengan aturan yang ketat.

"PPKM yang turun level di sejumlah daerah akan menjadi kesempatan menggerakkan ekonomi masyarakat dan perekonomian di berbagai sektor yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional," ujarnya.

Karena itu, Puan meminta agar masyarakat tetap waspada dan disiplin. Protokol kesehatan tetap menjadi kunci agar bisa menekan penularan COVID-19. Masyarakat harus disiplin memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan.

"Selalu taat protokol kesehatan dan ikuti anjuran pemerintah agar tidak lagi ada peningkatan kasus COVID-19," kata Puan.

Diberitakan sebelumnya, dalam perpanjangan PPKM, ada 4 wilayah aglomerasi besar yang diturunkan dari level 4 ke level 3 untuk Pulau Jawa dan Bali. Keempat wilayah aglomerasi itu adalah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek), Bandung Raya, Surabaya Raya, dan Semarang Raya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel