Messi dan Ronaldo Penyebab Kehancuran

Robbi Yanto
·Bacaan 1 menit

VIVA – Fenomena langka terjadi di Liga Champions. Untuk pertama kalinya dalam 16 tahun tidak ada tim Lionel Messi maupun Cristiano Ronaldo di babak perempatfinal Liga Champions.

Messi menyusul Ronaldo angkat koper dari Liga Champions musim ini. Langkah Messi bersama Barcelona terhenti di babak 16 besar setelah disingkirkan Paris Saint-Germain (PSG).

Nasib miris lebih dulu dialami Ronaldo. Juventus sejatinya mampu menang 3-2 atas Porto di kandang. Namun, kemenangan itu belum cukup untuk meloloskan mereka karena di leg pertama kalah 1-2. Juventus kalah agresivitas gol tandang meski agregat sama 4-4.

Dalam partai itu, penampilan Ronaldo menjadi sorotan. Ronaldo gagal mencetak satu gol pun, dan dituduh menjadi penyebab utama kehancuran Juventus.

Momen itu terjadi pada situasi tendangan bebas menit ke-115. Ronaldo membuat kesalahan saat menjadi pagar hidup ketika Sergio Oliveira melepaskan tendangan.

Ronaldo justru melompat sambil membalikkan badannya, padahal tendangan Oliveira mendatar dan meluncur deras ke pojok kanan bawah gawang Wojciech Szczesny.

Aksi Ronaldo pun mendapat komentar dari mantan pelatih Juventus, Fabio Capello. "Itu kesalahan yang tidak bisa dimaafkan. Di zaman saya, Anda memilih pemain yang menjadi tembok, dan mereka tidak mungkin pemain yang takut pada bola," kata Capello, dikutip Football Italia.

"Mereka Ronaldo dan Adrien Rabiot takut pada bola dan melompat menjauh darinya, membalikkan punggung mereka. Itu tidak bisa dimaafkan," sambungnya,

Sementara Messi memang berhasil mencetak satu gol saat Barcelona imbang 1-1 lawan PSG. Dia membobol gawang PSG pada menit ke-37 lewat tendangan dari luar kotak penalti.

Namun, di penghujung babak pertama, Barcelona mendapatkan hadiah penalti. Sayangnya, tendangan itu masih mamppu diblok kiper Keylor Navas.

Andai Messi sukses melakukan penalti dan Barcelona memimpin 2-1 memasuki babak kedua, bisa saja ceritanya berbeda di Parc Des Princes. Kemungkinan besar Barcelona lebih percaya diri memasuki babak kedua dan setidaknya bisa memaksakan babak tambahan.