Mesum dengan Perawat, Pasien RSD Wisma Atlet Jadi Tersangka

Bayu Nugraha, Willibrodus
·Bacaan 2 menit

VIVA – Polres Metro Jakarta Pusat telah menetapkan oknum pasien yang berhubungan badan sesama jenis dengan perawat Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet sebagai tersangka. Oknum pasien tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus menyebarkan percakapan soal hubungan badan itu melalui media sosial.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Burhanuddin mengatakan, oknum pasien COVID-19 ini ditetapkan sebagai tersangka atas pelanggaran Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Oknum pasien ini dianggap secara sengaja menyebarkan percakapan berbau unsur pornografi melalui akun media sosialnya.

"Pasiennya yang terjadi tersangka. Dia bakal dijerat UU ITE, karena menyebarkan isi percakapannya lewat akun Twitter-nya," kata Burhanuddin ketika dihubungi, Rabu 30 Desember 2020.

Meski demikian, lanjut Burhanuddin, pasien tersebut belum sempat diperiksa karena masih dalam perawatan di RSD Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia akan diperiksa setelah sembuh atau dinyatakan bebas dari COVID-19.

"Dia (oknum pasien) ditetapkan sebagai tersangka dalam gelar perkara oleh Polres Metro Jakarta Pusat, Minggu 27 Desember lalu. Dalam gelar perkara itu, oknum pasien ini dinyatakan memenuhi unsur sebagai tersangka karena dia yang menyebarkan," lanjutnya.

Selain itu, perawat yang berhubungan seks sesama jenis dengan pasien tersebut masih berstatus sebagai saksi. Proses penyidikan masih berjalan atas kasus ini.

"Perawat belum kita jadikan tersangka. Ia baru diperiksa sebagai saksi pada beberapa waktu lalu," ungkap Burhanuddin.

Seperti diketahui, dalam kasus ini, perawat yang disebut terlibat dalam kasus tindak pidana asusila telah mengakui perbuatannya.

Ia mengaku telah berhubungan badan dengan oknum pasien COVID-19 yang sedang menjalani perawatan di Wisma Atlet. Perawat ini mengaku melakukan tindak asusila ini di toilet salah satu ruang perawatan di RSD Wisma Atlet pada beberapa waktu lalu.

Para pelaku terancam dijerat dengan pasal berlapis. Mulai dari Pasal 36 UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, Pasal 45 ayat 1 UU ITE dan pasal 27 ayat 1 UU ITE.

"Para pelaku dijerat dengan pidana kurungan penjara lebih dari 10 tahun," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Minggu lalu.

Baca juga: Nasib Perawat yang Mesum dengan Pasien COVID-19 di Wisma Atlet